Role Playing Tingkatkan Pemahaman Mapel PAI Materi SKI

Oleh: Nur Laila Faizah, S.Pd.I.
Guru PAI SDN 1 Rakit, Kec. Rakit, Kab. Banjarnegara

SEJARAH merupakan pengetahuan mengenai kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa, dan keadaan manusia di masa lampau dan ada kaitannya dengan keadaan masa kini. Sejarah peradaban Islam diartikan sebagai perkembangan atau kemajuan kebudayaan Islam dalam perspektif sejarahnya, dan peradaban Islam. Dalam perspektif Islam, manusia sebagai pelaku sekaligus pembuat peradaban memiliki kedudukan dan peran inti.

Dalam pembelajaran sejarah khususnya Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), ada beberapa metode yang bisa digunakan. Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Adapun pentingnya belajar SKI yaitu untuk menciptakan dan membangun generasi yang meneladani para pahlawan Islam dalam membela dan menyebarkan agama Islam. Dalam pembelajaran SKI, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Di sini penulis memilih menggunakan metode Role Playing atau bermain peran.

Endang Mulyatiningsih (2011: 236) menjelaskan bahwa metode Role Playing ataupun bermain peran dalam penerapannya dilakukan dengan cara, yakni mengajak siswa untuk menirukan suatu aktivitas di luar atau mendramatisasikan situasi, ide, maupun suatu karakter tertentu. Sedangkan menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2002: 101), Role Playing atau istilah lain disebut sosio drama adalah salah satu dalam metode pembelajaran yang bias mendorong siswa bermain peran pada suatu topik atau materi tertentu. Pada dasarnya, sosiodrama mendramatisasikan tingkah laku yang memiliki hubungannya dengan masalah sosial.

Metode Role Playing atau bermain peran tepat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi SKI yaitu tentang “Meneladani Perilaku Nabi Muhammad Saw” yang terdapat pada sebaran Kompetensi Dasar (KD) 3.14 Kelas 3 tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD). Seorang guru memang harus jeli dalam memilih metode yang digunakan dalam pembelajaran agar anak cepat paham, tidak bosan, dan selalu ceria dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Karena peserta didik yang masih usia anak-anak kalau hanya diterangkan secara teori, mereka akan tambah pusing yang pada akhirnya malah mereka akan asyik bermain sendiri.

Dengan menggunakan metode Role Playing peserta didik dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama, karena pengalaman yang menyenangkan dan menarik. Sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias. Membangkitkan gairah dan semangat, optimis dalam diri peserta didik serta menimbulkan rasa kebersamaan.

Adapun langkah-langkah metode Role Playing atau bermain peran yaitu: 1) Guru harus membuat skenario yang akan dipertunjukkan di dalam kelas; 2) Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok; 3) Guru menjelaskan tentang kompetensi yang harus diraih pada aktivitas pembelajaran bermain peran; 4) Guru menunjuk siswa untuk memperagakan sebuah peran sesuai dengan skenario yang sudah dibuat; 5) Tiap kelompok diminta untuk membuat kesimpulan yang berlandaskan skenario yang telah dimainkan; 6) Pada tahap akhir, guru membuat kesimpulan yang mudah dan bisa dipahami peserta didik.

Setiap metode tentu saja punya kelebihan dan kelemahan. Metode Role Playing ini memiliki kelemahan yaitu: apabila guru kurang memahami setiap langkah pada model Role Playing, maka setiap sesi yang dilaksanakan akan berantakan, dan apabila guru kurang memahami teknik peran atau akting pada tiap langkah yang dilakukan, metode Role Playing atau bermain peran akan kurang maksimal.

Untuk meminimalkan kelemahan metode Role Playing atau bermain peran ini, maka guru harus benar-benar matang dalam persiapannya agar tidak berantakan. Alhamdulillah dengan menggunakan metode Role Playing, peserta didik dapat dengan cepat memahami materi. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penilaian yang meningkat dan juga paham dalam mengimlpementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (*)