Program Padat Karya di Bantul Siap Dilanjutkan

GOTONG ROYONG: Para warga saat melaksanakan program Padat Karya untuk pembangunan jalan corblok, beberapa waktu lalu. (DOK PRIBADI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja– Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul siap melanjutkan Padat Karya untuk tahun 2023. Rencananya, program tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai Maret mendatang.

Sub Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja Sukirah mengatakan, untuk 2023 ini, pihaknya telah melakukan anggaran guna proyek Padat Karya dengan melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul dan Provinsi DIY.

“Untuk Padat Karya tahun ini, APBD kabupaten ada 153 lokasi dengan anggaran Rp 100 juta per lokasi. Sedangkan APBD provinsi ada 203 lokasi yang dibagi menjadi dua. 118 lokasi dengan anggaran Rp 200 juta per lokasi dan 85 lokasi dengan anggaran Rp 100 juta per lokasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk pengerjaan Padat Karya kali yang dikerjakan antara lain cor blok, talut, drainase, dan jembatan. Serta nantinya untuk setiap lokasi ada 26 pekerja dengan melibatkan koordinator, mandor, dan pekerja.

“Untuk pelaksanaannya, Padat Karya ini dilakukan secara bertahap. Karena lokasi Padat karya ini banyak. Untuk tahap pertama pelaksanaan menggunakan anggaran APBD kabupaten nanti dilaksanakan Maret dan April,” jelasnya.

Setelah Padat Karya APBD kabupaten telah berjalan, maka akan dilanjutkan untuk anggaran dari provinsi yang akan dilaksanakan pada bualan selanjutnya. “Setelah APBD kabupaten telah dilaksanakan, maka kami akan di melanjutkan dengan anggaran dari Provinsi Rp 200 juta di bulan Mei serta Juni. Dilanjut dengan anggaran provinsi Rp 100 juta di bulan Juli,” tuturnya.

Pada pelaksanaannya, akan diberikan material untuk setiap lokasi Padat Karya. Untuk material yang diberikan nantinya seperti split, pasir, semen, batu belah. Dan untuk pengerjaan Padat Karya paling banyak adalah di pembangunan jalan cor blok. Sedangkan drainase dan talut jumlahnya sama, serta untuk pembangunan jembatan hanya ada satu.

“Dalam pembangunan Padat Karya ini, yang paling banyak pembuatan jalan cor blok dikarenakan supaya akses jalan untuk menuju desa supaya lebih baik. Dan ada juga pembukaan jalan baru di Wunut Imogiri dengan menggunakan anggaran provinsi Rp 200 juta,” imbuhnya.

Untuk jalan baru di Wunut Imogiri, nantinya merupakan jalur baru yang menyambungkan dua RT. Serta pembuatan jembatan nantinya ada satu di Prayan Piyungan. (cr4/abd)