Oleh: Nur Khasanah, S,Pd,SD
Guru SD N 04 Bulu, Kec. Petarukan kab. Pemalang
BAHASA memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain. Pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran pokok di SD. Karena pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kunci untuk mempelajari semua bidang ilmu.
Menulis merupakan keterampilan bagaimana cara menuangkan isi pikiran ke dalam bentuk kalimat. Dilihat dari kondisi siswa kelas I SDN 04 Bulu Kec. Petarukan Kab. Pemalang, bimbingan orang tua terhadap anak masih kurang. Sehingga pengetahuan anak hanya di dapat di sekolah saja. Pembelajaran bahasa Indonesia dikelas I biasanya disajikan melalui klasikal, kelompok dan individu.
Kompetensi dasar yang dibutuhkan sementara ini baik strategi maupun metode teknik dan taktik tidak disesuaikan dengan mata pelajaran dan kompetensi dasar. Karena pendekatan strategi metode, teknik, dan taktik pembelajaran tidak disesuaikan dengan karateristik mata palajaran. Khususnya pada aspek membaca dan menulis, terdapat bermacam-macam masalah. Di antaranya siswa sulit membedakan huruf B, D, N, P, M dan T. Selain itu siswa sulit menulis huruf konsonan diantara dua suku kata. Kemudian siswa sulit menulis huruf tegak bersambung, serta sulit menulis kata-kata sederhana.
Untuk memecahkan masalah diatas, maka penulis menggunakan kartu huruf. Yaitu kartu kata bewarna dengan metode bermain peran. Untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan dasar menggunakan bahasa, dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas I dan II, siswa diberikan pengetahuan sederhana tentang lingkungan alam sosial. Langkah pertama, menentukan kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator. Kedua, menentukan bahan pelajaran yang dapat disusun sendiri oleh guru. Yakni dengan berpedoman pada prinsip yang telah diuraikan pada bagian terdahulu atau mengambil dari buku sumber yang sesuai. Yaitu kalimat sederhana yang mengandung huruf a, i, n, dan m.
Pengajaran menulis dikelas I dan II SD yang secara garis besar dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, pengenalan huruf. Yaitu dengan menyajikan gambar, menyebutkan dan menulis nama yang terdapat dalam gambar. Kemudian menggunakan teknik analisis dan sintetis, dan memperkenalkan bentuk-bentuk huruf. Kedua, latihan. Kegiatan yang dilakukan adalah memegang pensil dan sikap duduk. Lalu gerakan tangan dalam menulis garis lurus, setengah lingkaran, mengeblat menggunakan karbon, kertas tipis, serta menebalkan tulisan. Selanjutnya menghubungkan titik-titik untuk membentuk huruf, dan menatap huruf/kata.
Ketiga, menyalin tulisan. Kegiatan yang dilakukan menyalin huruf, menyalin kata, menyalin kalimat dan menyalin bacaan sederhana. Keempat, menulis halus/indah. Penulisan ditekankan pada bentuk huruf, ukuran huruf, tebal-tipis huruf, serta kerapian tulisan. Kelima, dikte/imla yang meliputi siswa menyiapkan alat tulis, guru mengucapkan kalimat, siswa menulis kalimat yang diucapkan guru. Berikutnya tulisan siswa dikoreksi oleh temannya dan siswa membetulkan tulisannya.
Keenam, melengkapi. Kegiatan yang disarankan meliputi melengkapi dengan huruf, melengkapi dengan sukukata dan melengkapi dengan kata. Ketujuh, menulis nama yang difokuskan pada penulisan nama benda, gambar, nama orang, nama binatang, dan nama jalan. Kedelapan, mengarang sederhana berdasarkan gambar seri, cerita sederhana atau pengalaman siswa sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia 1994.
Metode sosiodrama merupakan metode mengajar dengan cara mempertunjukkan kepada siswa tentang masalah-masalah hubungan sosial, untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Melaui metode ini, guru ingin mengajarkan cara-cara bertingkah laku dalam hubungan antara sesama manusia. Guru memberi kesempatan kepada para pendengar (siswa lain) untuk memberikan pendapat atau mencari pemecahan dengan cara-cara lain, kemudian diambil kesimpulan. (*)










