PEMALANG, Joglo Jateng – Sesuai instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan kunjungan di Kabupaten Pemalang belum lama ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang akan terus menggenjot penanganan stunting. Dalam hal ini, pihaknya menargetkan 6.000 lebih kasus stunting dapat turun menjadi 14% sampai 2024.
Kepala Dinkes Pemalang Yulies Nuraya mengatakan, pihaknya akan serius dalam menangani permasalahan stunting di Kabupaten Pemalang. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Pemalang turun 19,8 persen dari 24,7 persen pada 2022.
“Hasil SSGI itu kita turun 4,9 persen pada 2022, ini berarti langkah kami sudah benar. Dan masyarakat juga mau untuk bersinergi bareng untuk penanganan stunting. Jadi besar harapan di 2023 Kabupaten Pemalang dapat berhasil kembali,” tuturnya.
Ia menerangkan untuk di tingkat nasional, Kemenkes menargetkan sampai 2024 SSGI dari stunting ini bisa turun menjadi 14 persen. Maka melihat keberhasilan di 2022 lalu, Yulies yakin di tahun ini Kabupaten Pemalang bisa melakukan penanganan sesuai target bahkan lebih.
Untuk angka saat ini, Kabupaten Pemalang memiliki 6.426 kasus stunting yang masih belum tertangani. Dalam penanganannya, Dinkes Pemalang menargetkan penurunan kasus 4-5 persen, atau lebih dari 2.000 kasus stunting.
“Kita target di 2023 angka stunting turun menjadi 4.000 kasus. Walaupun begitu, Dinkes Pemalang tetap melakukan pencegahan agar angka ini tidak bertambah. Pencegahan yang dilakukan seperti pemberian tablet tambah darah pada remaja perempuan, melengkapi konsumsi gizi ibu hamil, dan balita,” imbuhnya. (fan/abd)










