Disperkim Pemalang Gaungkan Prinsip Kami Datang Semua Terang

Plt Disperkim Iing Winarso
PAPARAN: Plt Disperkim Iing Winarso bersama kepala bidang penerang saat mengikuti talk show Dialog Jelajah OPD di LPPL Radio Swara Widuri FM, Selasa (23/5/23). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dalam upaya menjaga penerangan lampu jalanan, kota, dan taman agar tetap menyala, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Pemalang akan terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Dengan prinsip Kami Datang Semua Terang, Disperkim akan langsung bertindak ketika ada pengaduan dari masyarakat.

Plt Kepala Disperkim Pemalang Iing Winarso mengatakan, prinsip Kami Datang Semua Terang selalu digaungkan kepada seluruh stafnya dalam melayani masyarakat. Karena ia mengetahui betul penerangan jalan, kota, dan taman untuk kegiatan dan perekonomian masyarakat Kabupaten Pemalang.

“Prinsip ini jadi hal yang harus selalu kita (Disperkim) gaungkan kepada seluruh staf untuk melayani masyarakat, terutama keluhan mereka tentang penerangan. Dan kemarin atas keluhan masyarakat kita sudah menambah penerangan di alun-alun kota,” tuturnya.

Ia menjelaskan, total lampu penerangan baik jalan, kota maupun taman yang ada di Kabupaten Pemalang berjumlah 11.000 lebih lampu. Di mana  dari keseluruhan ada sekitar 30-49 persen lampu yang mati atau belum tertangani, hanya 60 persen lampu yang nyala.

Hal tersebut karena keseluruhan lampu yang ada di jalanan itu merupakan lampu tahun penganggaran 2001 atau berumur 22 tahun. Walaupun begitu, pihaknya belum bisa melakukan pergantian semua lampu yang ada, sebab kurangnya anggaran untuk penanganan pergantian.

“Sebenarnya ada tiga pihak yang memiliki kewenangan untuk mengelola dan memelihara penerangan, yaitu Kementerian ESDM di jalan nasional, Pemprov pada jalan provinsi, dan kami (Disperkim) di jalan kabupaten. Tapi masyarakat sering mengeluhkan ke kami dan pasti kami langsung koordinasi dengan pihak terkait untuk menanganinya. Ke depan kita usahakan agar ditangani semua sesuai anggaran yang ada,” tandasnya.

Pihaknya saat ini tengah merencanakan perencanaan jangka menengah, yaitu ingin mewujudkan kejayaan atau jaman adipura Kabupaten Pemalang yang dahulu dikenal sebagai kota seribu lampu. Maka selain penanganan penerangan, ia mengajak masyarakat untuk bisa bersinergi menjaga lampu yang ada dan tidak merusaknya. (fan/abd)