PEMALANG, Joglo Jateng – Mendengar dan melihat banyaknya kasus gangguan jiwa di Kabupaten Pemalang, Wakil Ketua DPRD Pemalang menanggapi bahwa penganan pengobatan pasien bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan (nakes) saja. Pada kasus ini, lingkungan masyarakat, terutama keluarga merupakan hal terpenting untuk mendukung kesembuhan pasien.
Wakil Ketua DPRD Pemalang Ajeng Triyani mengatakan, dirinya baru mendengar ternyata banyak kasus gangguan jiwa di Kabupaten Pemalang. Di mana data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang selama lima tahun belakang hingga sekarang, tercatat sebanyak 6.230 pasien gangguan jiwa yang ditangani oleh Dinkes.
“Ternyata banyak juga kasus gangguan jiwa di Pemalang. Walaupun begitu, itu data lima tahun. Kalau yang sekarang harus ada pembaruan, sehingga pada penanganan bisa dilakukan dengan tepat. Selain itu, edukasi lingkungan, terutama keluarga perlu dilakukan agar mereka mau membantu dalam proses penyembuhan pasien,” ujarnya.
Edukasi para keluarga yang dimaksudkan adalah ketika terdapat pasien dalam satu lingkungan, maka keluarga tidak diperbolehkan menutupi kejadian tersebut. Sebab, mereka yang mempunyai gangguan punya hak sama untuk mendapatkan penanganan kesehatan, dan keluarga punya peran utama dalam kesembuhan pasien.
Oleh sebab itu, Dinkes diminta aktif memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan penanganan gangguan jiwa di masyarakat. Karena ia memandang, masyarakat saat ini masih belum memahami tentang bagaimana cara penanganan gangguan jiwa.
“Keluarga jadi peran terpenting untuk penanganan gangguan jiwa kepada pasien, baik sebelum ataupun sesudah sembuh. Jadi keluarga harus menjadi contoh bagi lingkungan, agar pasien mendapatkan perlakuan serupa dengan orang lain tanpa mengungkit adanya gangguan jiwa sebelumnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada generasi muda untuk lebih giat berusaha membekali diri sendiri agar tidak terkena gangguan jiwa. Fondasi dari keluarga dan ilmu agama sangat penting agar nantinya dapat tangguh meneruskan pembangunan Indonesia terutama Pemalang di masa yang akan datang. (fan/abd)










