BANTUL, Joglo Jogja – SMPN 2 Pleret melakukan pembuatan mind mapping dalam MPLS yang digelar hingga Rabu (12/7) lalu. Dengan demikian, siswa dapat mengungkapkan keinginannya.
Kepala Sekolah SMPN 2 Pleret, Suci Wijayanti mengatakan, pelaksanaan MPLS sudah dilakukan sesuai juknis yang ada. Yakni seluruh materi yang diberikan tidak hanya berupa teori, melainkan dikolaborasikan dengan kegiatan luar ruangan. Sehingga, siswa tertarik dan tidak merasa bosan.
“Kami melakukan pengimplementasian program P5 pada hari pertama dengan mengenalkan stakeholder. Dilanjutkan, dengan pengenalan konsep sekolah adiwiyata, dimulai dari kebersihan lingkungan dan pemanfaatan limbah plastik,” ucapnya.
Hal tersebut dilakukan, agar siswa terbiasa membuang sampah pada tempatnya, maupun mengolah sampah yang masih dapat digunakan. Selain itu, pihaknya juga membiasakan perilaku ramah lingkungan, dengan penggunaan kemasan non plastik.
“Melalui masa MPLS, siswa juga kami kenalkan mengurangi makanan kurang sehat, melalui kantin sehat yang terletak di lingkungan sekolah. Dengan harapan, kesehatan mereka dapat diawasi secara mudah oleh guru,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua MPLS SMPN 2 Pleret, Diah Turasmi menyebutkan, ada juga kegiatan sosialisasi dalam memotivasi belajar anak. Dengan menggandeng pembicara dari fasilitator penggerak, yang terlaksana dengan pembuatan mind mapping.
“Program itu ditempuh, agar siswa dapat mengungkapkan keinginannya. Mulai dari kebutuhan belajar, gaya belajar, serta keefektifan belajar yang diinginkan,” terangnya.
Melalui mind mapping, peserta didik bebas mengungkapkan keinginan dan minat bakatnya. Dengan tujuan, agar jauh lebih mendekatkan sekolah kepada guru maupun lingkungan lainnya.
“Cara ini kami tempuh agar siswa merasa nyaman. Ketika siswa telah merasakan kenyamanan, maka akan memudahkan kita untuk mengajak anak-anak tersebut dalam kegiatan belajar mengajar.” tandasnya.(cr11/sam)










