Kendal  

Peduli Kesehatan Anak, Pemdes Galih Gandeng Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Penyuluhan Kesehatan

Penyuluhan mengenai kesehatan anak di Desa Galih, Kec. Gemuh
SUASANA: Penyuluhan mengenai kesehatan anak di Desa Galih, Kec. Gemuh, Kab. Kendal, Sabtu (15/7/2023). (ANASTYA MAWAR/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan anak, Pemerintah Desa (Pemdes) Galih, Kec. Gemuh, Kab. Kendal bersama tim Kuliah Kerja Nyata Manditi Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-16 kelompok 76 UIN Walisongo serta tenaga kesehatan setempat melakukan penyuluhan mengenai kesehatan anak, pada Sabtu (15/7/2023).

Acara yang berlangsung di rumah Kepada Desa Galih ini merupakan kegiatan diskusi terbuka yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada orang tua yang memiliki anak usia di bawah lima tahun.

Kepala Desa Galih, Muzhilin, S.E. mengungkapkan, pemahaman kesehatan mengenai tumbuh kembang anak diperlukan, terlebih dari yang terdekat yaitu orang tua.

“Kesehatanan anak tidak hanya terletak pada fisik, tetapi juga bagaimana pola asuh yang diberikan sehingga bisa menjadi anak yang memiliki mental, pola pikir, dan karakter yang baik,” terangnya.

Dengan adanya pertemuan kelas balita, kata Muzhilin, diharapkan para ibu dapat berkonsultasi sesama ibu balita sebelum ke tenaga medis, dan untuk selalu memperhatikan perkembangan anak.

Lebih lanjut, Bidan Penyuluh Sri Widayati menjelaskan terkait berbagai penyakit yang sering di alami balita seperti batuk, flu, dan demam. Jika batuk dibiarkan lambat laun akan memperburuk paru-paru dan akan menjadi flek (TBC).

“Pengobatan TBC selama 6 bulan, dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Diharapkan berhati-hati, lebih baik mencegah daripada mengobati yaitu dengan menjaga lingkungan yang sehat,” terangnya.

Tim KKN juga turut memberikan imbauan kepada peserta penyuluhan, untuk tetap melakukan kontroling kepada anak melalui pos pelayanan terpadu (posyandu) atau dengan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan setempat.

“Kontroling terhadap tumbuh kembang anak itu sangat penting. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan posyandu maupun melalui konsultasi langsung kepada tenaga kesehatan di desa,” tandas Nauli Rohmatul, Koordinator Divisi Kesehatan Posko 76. (anastya/mg4)