DEMAK – Semenjak pandemi Covid-19 menerjang Indonesia pada bulan Maret lalu, kondisi Taman Kali Tuntang Demak kurang terurus. Banyak sampah bertebaran dan tumbuhan liar yang terus bertambah rimbun. Selama itu, taman di sepanjang kali tuntang sebagai ruang publik pun tertutup untuk umum. Hal ini untuk menghindari kerumunan masa agar tidak terjadi penyebaran virus Corona.
Namun di masa adaptasi kebiasaan baru, Pemkab bersama TNI/Polri melakukan pembersihan dengan kerja bakti bersama, belum lama ini. Bupati Demak HM Natsir mengapresiasi adanya kegiatan kerja bakti bersama lintas OPD tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan wujud cinta dan rasa peduli terhadap Kabupaten Demak sehingga menjadikan Demak terlihat bersih, cantik dan indah.
“Selama pandemi Covid-19 menyebar, Wisata Kali Tuntang sudah lama di tutup dari bulan Maret 2020. Sehingga mengakibatkan terbengkalainya lokasi tersebut dan banyak ditumbuhi tanaman liar serta terkesan kumuh. Untuk itu, di era adaptasi kebiasaan baru ini Taman Kali Tuntang menjadi bersih dan tertata, serta dapat dikunjungi warga kembali sesuai fungsinya yakni ruang publik,” kata Bupati.
Namun, pihaknya mengingatkan, para pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak. Karena selalu diawasi oleh Satpol PP beserta aparat lainya.
Saat kerja bakti dilakukan, tampak Bupati bersama Dandim dan Kapolres turut membersihkan sungai dengan alat besi menarik sampah yang menghambat aliran sungai. Turut mendampingi Wakil Bupati Joko Sutanto dan Asisten Admnistrasi Hadi Waluyo.
Warga kauman utara yang rumahnya di dekat Taman tuntang, Titin Wahyuni, yang turut membersihkan sekitar taman mengaku senang kalau taman dan sungai bersih kembali. “Saya ikut senang kalau sudah dibersihkan. Sebab akan ada yang datang untuk berwisata dan berselfie seperti awal saat viral sebelum pandemi,” katanya. (hms/gih)










