BANYUMAS, Joglo Jateng – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas membentuk jaring pengaman ekonomi Kelompok Perempuan Rentan di Balai Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Senin (14/6). Pembentukan kelompok tersebut dilatar belakangi sikap prihatin akan nasib perempuan akibat pandemi Covid-19.
Mereka melihat, perempuan dan anak-anak paling merasakan dampak dari situasi terburuk pada saat pandemi. Oleh karena itu, agar tetap berdaya di tengah pandemi, dibentuklah jaring pengaman ekonomi Kelompok Perempuan Rentan.
Kepala DPPKBP3A Suyanto mengatakan, sasaran program ini adalah pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi. Yakni dengan kelompok yang teridentifikasi perempuan miskin, perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, korban kekerasan, perempuan purna pekerja migran Indonesia, dan perempuan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).
“Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas diri perempuan, untuk meningkatkan produktivitas pendapatan ekonomi. Selain itu, diharapkan dengan adanya program ini dapat meningkatkan kemandirian, meningkatkan ketahanan keluarga, dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.” ungkapnya.
Kasi Kualitas Hidup Perempuan pada DPPKBP3A Erina Hendriani mengatakan, bentuk peningkatan produktivitas ekonomi pada kelompok ini adalah pelatihan hidroponik. Menurutnya, keunggulan dari hidroponik ini adalah tidak memerlukan tenaga yang banyak.
“selain itu, sistem tanam hidroponik juga tidak memerlukan lahan yang luas. Tidak memerlukan pengolahan tanah yang melelahkan juga. Serta tidak perlu penyiraman setiap hari.” paparnya.
Pada pelatihan ini, turut mengundang Dr. Esti Ningrum, S.H., M.Hum sebagai motivator dan Nur Cahyo Arif Wibowo dari Pegiat Hidroponik Purwokerto. Mereka sebagai narasumber budidaya tanam hidroponik. (cr10/zul)










