PURWOKERTO, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Banyumas bersama Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas menyelenggarakan seminar kesehatan. Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Surya Yudha Purwokerto, Senin (21/6).
Seminar itu dihadiri oleh Bupati Achmad Husein, Ketua YTI Erna Husein, Ketua Penghimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Siti Aminah dan dr. Basmalah, Sp.A (K). Husein mengajak semua pihak untuk menyampaikan kepada masyarakat luas mengenai pentingnya mencegah penyakit tersebut.
“Kita terus berusaha untuk adakan screening dan meminta kepada KUA apabila ada orang yang berpotensi membawa keturunan thalasemia agar diingatkan. Kalau disarankan untuk sebaiknya tidak punya anak, saya rasa tidak mungkin. Alangkah baiknya mengingatkan agar penderita sadar sendiri mengenai penyakit tersebut,” ujarnya.
Husein akan kembali membangun gedung pelayanan thalasemia RSUD Banyumas. Tujuannya untuk mengurangi penderita penyintas thalasemia.
“Saya tidak bisa membayangkan anak-anak kita harus bertransfusi setiap bulan, bahkan ada yang tiga minggu sekali. Hal itu yang harus jadi kita temukan jalan keluarnya agar penderita thalasemia semakin tahun semakin berkurang jumlahnya,” ungkapnya.
Erni Husein menjelaskan, berdasarkan data penderita thalasemia di Banyumas Raya, thalassemia mencapai 500 orang lebih. Yakni mencakup Banyumas Raya dan Brebes bagian selatan.
“Penyintas thalasemia ini harus kita edukasi sebelumnya. Semisal akan menikah, pengidap thalasemia akan dicek kesehatannya agar bisa mencegah kemungkinan akan menurunkan thalasemia pada anak-anaknya kelak. Ibu hamil juga bisa dicek supaya jika keturunanya lahir harus siap transfusi seumur hidup,” terangnya.
Siti Aminah mengingatkan, pengidap thalasemia bukan disabilitas secara umum. Penyakit ini diturunkan oleh kedua orangtuanya.
“Secara fisik dan IQ mereka seperti anak-anak normal lainnya. Namun sepanjang hidupnya akan bergantung pada tranfusi darah secara berkala. Saya mohon edukasi ini harus terus dilaksanakan agar memahi keadaan penderita thalasemia ini,” pungkasnya. (cr9/zul)










