Penyekatan Jalan Sebabkan Harga Sayur Naik

TATA DAGANGAN: Salah seorang pedagang Pasar Wage Purwokerto sedang berjualan, Selasa (13/7). (NR SIDIQ/JOGLO JATENG)

BANYUMAS, Joglo Jateng Setelah pelaksanaan PPKM darurat di Kabupaten Banyumas sejak pekan lalu, harga sayur dan buah di pasar mulai mengalami kenaikan. Hal itu terjadi karena terlambatnya pasokan barang dari luar daerah asal ke pasar-pasar tradisional di daerah tersebut.

Munaroh (35) pedagang Pasar Wage menjelaskan, semenjak PPKM darurat digelar membuat pasokan tidak stabil yang berdampak kenaikan harga yang cukup banyak. Kenaikan harga sayuran terjadi merata, mulai dari wortel, kubis, buncis, muncang hingga kentang, sawi dan lainnya.

“Pasokan sayuran sedikit terlambat karena PPKM Darurat dan banyak jalan-jalan yang dilakukan penyekatan, belum lagi pembatasan jam operasional pasar wage salah satunya sehingga harga sayuran dan buah menjadi naik,” katanya Selasa (13/7).

Disebutkan, harga wortel sekarang sudah menembus RP 72 ribu per kilogram, kemudian harga kentang yang semula hanya Rp 14 ribu per kilogram, sekarang sudah naik menjadi Rp 19 ribu per kilogram. Sementara harga muncang dari Rp 14 ribu per kilogram naik menjadi Rp 16 ribu per kilogram.

Selain sayuran harga cabe juga mengalami kenaikan yang cukup banyak, sebelumnya dijual dengan harga Rp 40 ribu per kilogram naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Meskipun beberapa pembeli sempat protes dengan kenaikan harga tersebut, namun para pedagang tetap tidak mau untuk menurunkan harga, karena sudah naik dari pemasok sayuran.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banyumas, Yunianto menjelaskan, pihaknya akan berkordinasi dengan instansi terkait mengenai aturan keluar masuk kendaraan yang membawa kebutuhan pokok kepasar agar dipermudah mobilitasnya. Menurutnya hal ini sangat mempengaruhi harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Yang paling berdampak ini pasar besar yang ada di Purwokerto seperti Pasar Wage ini akan kami kordinasikan dengan Dishub agar mobilitas pembawa bahan pokok seperti Sayuran dan Buah untuk tetap masuk ke area Kota Purwokerto dengan mudah, yang terpenting mematuhi protokol kesehatan dan benar-benar membawa bahan pokok untuk kebutuhan stok di Pasar,” jelasnya.(cr9/akh)