Persiapan Sudah 70 Persen, Kontingen Panjat Tebing Jateng Targetkan Medali Emas

PON panjat tebing 2021
PANJAT: Salah satu atlet putri tengah berlatih panjat tebing tipe speed dalam pemusatan latihan daerah (pelatda) PON panjat tebing 2021. (ERNA D/ JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kontingen panjat tebing Jawa Tengah (Jateng) terus mematangkan persiapan untuk bertanding dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang akan diselenggarakan pada tanggal 2-15 Oktober mendatang. Dalam kegiatan pemusatan latihan daerah (pelatda) PON panjat tebing 2021, salah seorang pelatih, Yoyok Supriyanto, mengungkapkan tingkat persiapan sudah mencapai 70 persen.

Hal ini disampaikan Yoyok saat ditemui di sela-sela latihan di Kawasan Olahraga Jatidiri, Semarang, Kamis (15/7).. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus mematangkan persiapan semaksimal mungkin. Ia dan timnya menargetkan medali emas dapat dikantongi dalam kejuaraan PON Papua mendatang.

“Pastinya kami akan memberikan yang terbaik bagi Jawa Tengah di PON Papua nanti. Target medali emas. Meski begitu, kami tidak bisa memandang sebelah mata kontingen provinsi lain. Sebab semua punya persiapan, punya motivasi masing-masing dan memiliki kans yang sama,” katanya.

Ia menambahkan, ada sekitar 16 atlet panjat tebing yang mengikuti Pelatda yang sudah dimulai sejak awal tahun 2021 tersebut. Namun, hanya 10 atlet yang akan diturunkan dalam kejuaraan PON Papua, menyesuaikan kuota yang disediakan.

“Atlet tersebut, akan bertanding di tiga jenis panjat tebing putra-putri. Kita akan turun di Speed, Lead, dan Boulder. Namun untuk nomor-nomornya tidak bisa kita sampaikan karena itu privasi kami,” jelasnya.

Pelatih asal Kudus tersebut mengungkapkan meskipun dalam keadaan pandemi, pihaknya tetap menyesuaikan sistem latihan agar stamina dan kesehatan atlet tetap terjaga.

“Untuk latihan, kami tetap menggunakan protokol kesehatan. Dengan sistem shift, bergantian. Ini nyatanya yang latihan hanya beberapa orang. Tentunya untuk menghindari kerumunan saat latihan. Apapun itu akan kami siasati untuk mencapai tujuan yang sudah kami targetkan,” katanya.

Yoyok menambahkan, pandemi cukup berdampak bagi atlet dan persiapan PON. Meskipun begitu, pihaknya selalu mengupayakan agar latihan dapat dilakukan secara maksimal. Selain latihan fisik dan strategi, menjaga dan mengontrol kondisi mental para atlet juga menjadi perhatian tim pelatih. Terlebih ketika sudah mendekati kompetisi.

“Biasanya saat tidak pandemi, kita bisa latihan dimanapun. Sementara saat pandemi kita hanya latihan di sini. Selain berdampak terhadap fisik atlet, pastinya juga berdampak bagi psikologis atlet. Padahal seharusnya para atlet juga butuh refreshing. Namun karena keadaan, kita juga harus menyesuaikan untuk menjaga mental bertanding atlet,” paparnya. (cr12/gih)