Pembatasan Diperpanjang, Omset Pedagang Makin Merosot

Pasar Randudongkal
TATA DAGANGAN: Istri Ali Sofwan sedang menata dagangannya pada lapak yang berada di Pasar Randudongkal, Selasa (3/8). (AFIFUDIN / JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat dikeluhkan oleh pedagang pasar. Kebijakan tersebut mengakibatkan pasar sepi, sehingga para pedagang merasa kesulitan dalam mendapatkan penghasilan.

Salah satu penjual pakaian di Pasar Randudongkal Ali Sofwan mengatakan, sejak diberlakukannya kebijakan pembatasan, mulai dari PSBB hingga PPKM level saat ini menjadikan penghasilannya menurun drastis. Menurutnya, pada hari-hari normal biasanya pada pukul 10.00 sampai 14.00 pasar dalam kondisi ramai-ramainya, namun saat ini sangat berbeda.

“Laku atau tidaknya berdagang memang wajar, tapi kalau ini sih jangankan pembeli, pasar saja sepi,” katanya, Selasa (3/8).

Ia prihatin dengan kondisi pandemi covid-19, menurutnya banyak teman rekan-rekannya yang terpaksa menutup dagangannya akibat sepinya pasar. Saat ini jam berapa pun pasar beroperasi akan selalu terasa sepi.

“Jangankan untuk beli baju, saat ini untuk bertahan hidup sehari-hari juga masyarakat susah mas,” lanjutnya.

Belum lagi masalah fenomena pembelanjaan daring yang mulai marak saat ini. Menurutnya dengan adanya pasar daring tersebut juga menjadikan pedagang pasar semakin kewalahan. Sehingga ia juga dituntut untuk tetap bertahan di tengah situasi semacam itu. Sebagai pedagang, ia mengaku hanya berusaha semaksimal mungkin supaya kebutuhan keluarganya bisa terpenuhi dengan usahanya itu.

“Kami hanya ingin terus berjuang di masa seperti ini, karena itu kebijakan pemerintah, apa boleh buat, kau tidak mau kami juga harus mengikutinya,” tuturnya.(cr1/akh)