Pandemi, Ekspor Mebel Rotan Meningkat

  • Bagikan
PRODUKSI: Seorang karyawan meproduksi perabotan rumah bahan baku rotan di Industri Mebel Rotan Suwastama, di Kartasura Sukoharjo, Kamis (26/8). (ANTARA/JOGLO JATENG)

SUKOHARJO, Joglo Jateng –  Ekspor mebel dari bahan baku rotan yang diproduksi di Desa Gumpang Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo selama pandemi 2021 mengalami peningkatan. Yakni sekitar 35 persen dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Pabrik Mebel Rotan Suwastama, Rahardien Aswindar mengatakan, permintaan ekspor mebel rotan pada masa pendemi tahun ini, mencapai 25 hingga 30 kontainer per bulan. Atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya rata-rata sekitar 20 kontainer per bulan. “Permintaan mebel rotan kebanyakan dari pasar negara Eropa, ada Korea Selatan dan Amerika Serikat,” ujarnya.

Rahardien mengakui, usahanya pada masa awal pandemi 2020 sempat menurun hingga 90 persen. Bahkan, usahanya sempat mengurangi tenaga kerja karena untuk menekan biaya operasional hingga empat bulan ke depan.

Namun, usahanya mulai Agustus 2020 hingga akhir tahun terus bergerak mengalami peningkatan produksi sedikit demi sedikit untuk melayani pemintaan pasar ekspor. Bahkan, bahan baku rotan sempat langka dan sulit dalam pengadaan, tetapi sekarang sudah mulai agak lancar dan mendatangkan dari Sulawesi dan Kalimantan.

Baca juga:  Jumlah Pasien Positif Covid-19 Sukoharjo Tertinggi se-Solo Raya

“Kami sebelum PPKM mulai bangkit dengan meningkatnya permintaan pasar ekspor, tetapi terkendala dengan angkutan kapal untuk ekspor yang terbatas jumlahnya. Sehingga pengiriman harus tertunda waktunya,” terangnya.

Dia menjelaskan, masa PPKM justru permintaan ekspor terus meningkat naik sekitar 35 persen per bulan. Sebelum PPKM hingga sekarang order konsumen pasar dunia terus naik.

Menurutnya, kemampuan produksi maksimal mencapai 30 kontainer setiap kontainer rata-rata mencapai 700 buah dengan melibatkan 200 tenaga kerja. Pihaknya juga memberdayakan masyarakat home industri sebagai mitra kerja. Mitra kerja dikirim bahan bakunya produksi sesuai contoh pesanan.

Kenaikan permintaan ekspor tersebut, kata dia, menyebabkan pihaknya sampai menunda pesanan karena sudah melebihi kemampuan produksi. “Pemasaran melalui on line selama pandemi juga sangat efektif dan meningkat luar biasa terutama produksi-produksi perabot rumah tangga,” pungkasnya. (ara/zul)

  • Bagikan