BATANG, Joglo Jateng – Dalam rangka akselerasi pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), staf ahli Menkopolhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi melakukan kunjungan di Pemerintah Kabupaten Batang, Rabu (29/9). Hal ini dalam rangka akselerasi pembangunan nasional untuk peningkatan kualitas dari segi ekonomi, sosial masyarakat, dan kultural. Sehingga masyarakat harus siap akan perubahan ini.
Staff ahli Menkopolhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi Irjen Agung Mahbul menyampaikan, kunjungannya bertujuan untuk mengecek pembangunan di Batang. Hal itu lantaran KITB merupakan proyek kawasan strategis bersifat nasional.
“Kedatangan kami mengecek sejauh mana pembangunan dilaksanakan dan bagaimana pengawasan dari pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, kunjungan tersebut dilaksanakan berdasarkan instruksi presiden dalam rangka akselerasi pembangunan nasional. “Ini merupakan isu strategis. Karena industri ini akan menyerap ribuan tenaga kerja. Harapannya, Batang harus siap. Utamanya untuk masalah human security. Karena industri ini pengaruhnya besar sekali terhadap pemulihan ekonomi nasional,” terangnya.
Kedatangan staff ahli Menkolpolhukam tersebut disambut oleh Bupati Batang Wihaji dan segenap jajarannya. Wihaji melaporkan progres pembangunan KITB hingga saat ini dan menyatakan bahwa proyek ini masih sesuai jalur.
“Saya kira kita masih on the track, nanti sampai akhir 2021 akan kelihatan sampai mana hasilnya,” kata Wihaji.
Sementara itu, isu sensitif yang tengah berkembang di wilayah KITB adalah mengenai banjir lumpur yang terjadi di Dukuh Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyu Putih beberapa waktu ini.
Menanggapi hal tersebut, Wihaji mengaku sudah menegur jajaran direksi KITB termasuk pemegang saham. “Saya sudah sedikit memarahi direksi, termasuk pemegang saham. Tolong carikan alternatif yang bentul-betul dikaji dengan matang. Dan hari ini mereka rapatkan,” jelasnya.
Wijahi menerangkan, hingga saat ini banjir lumpur di wilayah Desa Celong sudah terjadi lima kali, dengan perkiraan yang terdampak sebanyak 200 rumah, 1 TK, 1 TPQ, dan 1 TPi. Untuk pembangunan jangka panjang, yang direncanakan Pemkab Batang yaitu membuat saluran drainase di bawah rel kereta api.
“Jangka pendek, pertama akan ada perhatian KITB terhadap warga yang terdampak dan selanjutnya akan segera dicarikan solusi agar tidak banjir. Jangka panjangnya dipastikan air lewat terowongan,” jelasnya. (cr1/all)










