BATANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang menyelenggarakan pelatihan kerja kepada masyarakat Batang. Pelatihan kerja tersebut bertujuan mempersiapkan tenaga kerja untuk sektor industri, khususnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Bupati Batang Wihaji usai meresmikan pembukaan pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kabupaten Batang, Senin (04/10), menyampaikan, bahwa untuk menghadapi KITB, dalam jangka 10 tahun ke depan. Diperkirakan Batang membutuhkan 300 ribu tenaga kerja.
“Harus siap-siap bikin pelatihan kerja sesuai kebutuhan. Untuk skill dan keterampilan warga harus ditingkatkan,” terangnya.
Pelatihan tersebut, didanai menggunakan sumber dana DBHCHT (Cukai) yang difokuskan ke keluarga petani tembakau, buruh pabrik rokok, dan warga yang terdampak pandemi. Ia menambahkan, pihak Disnaker harus benar-benar memastikan peserta ditempatkan bekerja setelah mendapat pelatihan.
“Rata-rata peserta pelatihan belum bekerja. Saya minta Disnaker Kabupaten Batang memastikan setelah ini mereka harus bekerja,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disnaker Batang Suprapto menyatakan, bahwa pihaknya bekerja sama dengan corporate untuk mengadakan pelatihan tersebut. Hal ini dilakukan agar skill yang dilatih memang sesuai dengan kebutuhan di corporate. Adapun pelatihan yang diberikan meliputi jahit, las, bubut, desain grafis, limbah kayu, handycraft, hingga kewirausahaan.
Suprapto menambahkan, pelatihan ini akan berlangsung selama 28 sampai 44 hari. Kapasitas peserta 50 persen dari kapasitas awal sebanyak 116 orang. Ia berharap dengan adanya pelatihan tersebut bisa menyerap tenaga kerja yang ada di Batang.
“Mudah-mudahan semua yang saya upayakan tersebut, bisa menyerap tenaga kerja di Batang. Kemudian semua perusahaan bisa berkomunikasi ke Pemkab Batang karena kita sudah siapkan kompetensinya,” jelasnya. (cr1/all).










