BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 untuk siswa madrasah. Hal tersebut guna mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
“Capaian vaksinasi untuk siswa madrasah perlu ditingkatkan sehingga bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secara maksimal,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah Musta’in Ahmad usai melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banjarnegara, Selasa (5/10).
Dia menambahkan, pada saat ini pihaknya juga tengah mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 bagi guru madrasah. “Untuk guru, pada saat ini capaian vaksinasinya lebih tinggi jika dibandingkan siswa, namun tetap kami dorong percepatannya,” katanya.
Dia menegaskan, guru atau tenaga pendidik wajib melakukan vaksin guna mendukung pembelajaran tatap muka yang sudah mulai berjalan secara terbatas. Ia pun menghimbau bagi yang belum mendapatkan vaksinasi agar segera mendaftarkan diri.
Musta’in menjelaskan, ada tiga syarat yang perlu dipenuhi terkait dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. “Syaratnya ada tiga hal, yakni ketersediaan sarana prasarana, rekomendasi, serta ijin dari satgas Covid-19 setempat. Selain itu juga perlu adanya persetujuan dari orang tua,” katanya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut dirinya juga mengapresiasi langkah Kemenag Banjarnegara yang telah menjalin kerja sama dengan RS Islam Banjarnegara. Menurutnya, sumber daya di Kementerian Agama itu banyak sekali, dari penyuluh, guru ngaji dan lainnya. “Maka bagus sekali jika kemudian ikut menjadi agen kesehatan, terutama pada masa pandemi,” ujarnya.
Dia berharap kerja sama yang dijalin akan membantu percepatan vaksinasi siswa madrasah di Banjarnegara.
Sementara itu Direktur RSI Banjarnegara dr.Agus Ujianto menyatakan, kerja sama dengan Kemenag bertujuan untuk melewati pandemi dengan sinergitas lintas sektoral. “Terkait vaksinasi bagi siswa madrasah dan santri kami terus menurunkan tim untuk mendukung percepatan,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk menggencarkan vaksinasi bagi siswa dan juga menyosialisasikan protokol kesehatan. Salah satu langkahnya yakni dengan menjalin kerja sama lintas sektoral. (ara/gih)










