KOTA, Joglo Jogja – Dinilai lebih mudah dan murah, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan akselerasi pembangunan jaringan gas bumi (Jargas). Guna penyelarasan dengan pengembangan fasilitas dan infrastruktur daerah.
Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto mengatakan, hal tersebut mendukung kebijakan dan fasilitas infrastruktur jargas. Agar mampu menyukseskan program energi daerah dan nasional.
“Dengan program jargas, diharapkan dapat mengurangi kelangkaan stok LPJ. Serta mengurangi pengeluaran, karena harganya yang lebih murah. Selain itu, masyarakat juga dipermudah pemesanannya, karena bisa melalui online,” ungkapnya, kemarin.
Lebih jauh, ia menilai dukungan Pemkot sangat penting. Supaya sosialisasi pemanfaatan gas bumi bisa dilakukan kepada masyarakat. Tentunya dengan menggandeng semua Kelurahan dan Kemantren se Kota Yogyakarta.
Sinergitas lintas sektoral, mulai dari BUMN, BUMD atau Perusahaan milik daerah (Perusda) perlu dilakukan. Guna pengoperasian serta pemeliharaan Jargas.
“Dengan pembangunan satu juta rumah tangga per tahunnya, diharapkan akan menjadi potensi penyerapan 83 ribu tenaga kerja dan mengurangi impor LPG sekitar 144 Juta kilogram per tahunnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti memberikan dukungan penuh dalam pembangunan jargas rumah tangga di Kota Yogyakarta. Program ini diharapkan mampu mempermudah rumah tangga agar lebih murah dalam penggunaan gas rumah tangga.
Tercatat, hingga saat ini Subholding Gas Group sudah mengelola 654.976 sambungan rumah tangga. Tersebar di 67 Kota/ Kabupaten di 17 Provinsi. Sehingga total penyaluran gas mencapai 9 BBTUD, dengan pemakaian gas rata-rata per bulan nasional sebesar 14 M³.
“Ini merupakan langkah besar dalam ketersediaan jaringan gas di masyarakat. PT PGN Tbk silahkan mengajak para kelurahan dan kemantren untuk ikut membantu mensosialisasikan jargas rumah tangga, agar segera direalisasikan,” imbuhnya. (fif/bid)










