KOTA, Joglo Jogja – Tiga tempat isolasi terpusat (Isoter) mandiri dipersiapkan, menyusul naiknya kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta. Ketiga shelter tersebut akan diprioritaskan untuk masyarakat Kota Yogyakarta.
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan warganya terlebih dahulu. Yaitu untuk menghuni tiga shelter Covid-19 milik Pemkot Yogyakarta. Dibanding dengan warga dari luar wilayah.
“Jadi, kalau misalnya ada dua orang mau masuk shelter, satu warga luar kota dan satunya warga kota,maka prioritasnya bagi warga kota,” ungkapnya, Senin (21/2).
Ia menjelaskan, untuk wisatawan yang dinyatakan positif Covid-19 saat berlibur di Kota Jogja, akan diminta untuk isolasi mandiri. Karena sudah ada sebanyak 10 hotel yang disiapkan untuk isolasi mandiri.
Senada, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dari data terakhir bed occupancy rate (BOR) rumah sakit maupun shelter di Kota Jogja mengalami peningkatan.
“Pertambahan hunian di BOR Rumah Sakit 50 persen dengan 60 persennya warga dari luar kota. Yang masuk shelter 60 persen, 89 persen luar kota,” kata Heroe.
Khusus untuk wisatawan, lanjutnya , pihaknya tetap akan membedakan warga luar kota dan warga kota. Sehingga shelter kota diprioritaskan bagi warga kota dan wisatawan bisa di hotel atau tempat Isolasi lainnya.
Dengan demikian, menurutnya masyarakat luar kota Jogja bisa melakukan isolasi mandiri. Jika dinyatakan positif Covid-19.
“Secara umum, kita memprioritaskan warga Kota Yogyakarta. Diluar warga Jogja itu mandiri, paling nggak hotel. Karena sebenarnya banyak hotel terbuka untuk melakukan isoman dan ada pula yang melakukan isolasi di hotel,” imbuhnya. (fif/bid)










