DEMAK, Joglo Jateng – RSUD Sunan Kalijaga Demak kembali menerima pasien Covid-19 terhitung sejak 1 Februari 2022 lalu. Total pasien mulai dari 1 Februari sampai Rabu (23/02), mencapai 101 orang yang rata-rata merupakan anak-anak.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemasaran dan Rekam Medis RSUD Sunan Kalijaga, Abdul Rohman, Rabu (23/2). Ia mengatakan, RSUD Sunan Kalijaga kembali menerima pasien Covid-19 setelah empat bulan kamar isolasinya kosong.
“Ini sementara cenderung naik, dari awal 1 Februari mulai kita menerima pasien pertama setelah sekian lama. Empat bulan kosong nggak ada pasiennya sejak tanggal 1 Februari sampai hari ini mulai ada dan masih ada pasien Covid-19 yang masuk,” paparnya.
Menurutnya, sudah banyak pasien Covid-19 varian Omicron yang keluar masuk di RSUD Sunan Kalijaga. Sampai Rabu (23/02), total ada 29 pasien yang masih dirawat. “Saat ini ada 29 yang dirawat. Kalau untuk total keseluruhan dari 1 Februari sampai hari ini ada 101 pasien yang sudah dirawat,” terangnya.
Abdul menjelaskan, pada varian Omicron kali ini pasien yang diterima oleh pihak RSUD Sunan Kalijaga lebih banyak pada anak-anak usia 6-12 tahun atau anak-anak usia SD. Hal itu berbeda dengan tahun kemarin pada Juni 2021 saat varian Delta, yang lebih banyak menyerang usia dewasa dan lansia.
“Sekarang cenderung malah banyak anak-anak. Dibandingkan kemarin Delta itu lebih banyak anak-anak yang terserang. Rata-rata usia siswa SD, yang dewasa juga banyak sebenarnya. Tapi kalau dibandingkan dengan periode kemarin, yang Omicron ini lebih banyak pasien anak-anak,” paparnya.
Abdul mengatakan bahwa secara umum gejala varian Omicron yang ada di masyarakat terbilang memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan varian Delta. Namun yang masuk ke rumah sakit tetap merupakan pasien yang kondisinya memiliki masalah mulai dari sedang sampai berat. Sehingga apabila pasien dengan gejala ringan tidak masuk dan tidak perlu perawatan rumah sakit, melainkan cukup isolasi di rumah.
Sementara itu, saat ini RSUD Sunan Kalijaga sudah menyediakan ruang isolasi dan 61 bed pasien untuk berjaga-jaga apabila ada peningkatan pasien kembali di bulan-bulan mendatang.
“Saat ini ruang isolasi masih mencukupi, kita sediakan totalnya ada 61 bed pasien baru terisi 29 pasien, jadi posisinya aman. Nanti kok seumpama 61 tidak mencukupi kita akan buka lagi ruang isolasi,” ucapnya. (cr3/gih)










