Oleh: Siti Khoiriyah. S. Pd. SD
Guru SDN 2 Kaliwungu, Kec. Kaliwungu, Kab. Kudus
BAGI sebagian besar siswa, mempelajari matematika dianggap sesuatu yang sulit, memahami dan mengaplikasikannya bahkan menjadi hal yang problematis. Sifat matematika yang abstrak memberikan berbagai hambatan kepada siswa terutama dalam memahami konsep matematika. Kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep matematika berakibat pada rendahnya pencapaian siswa di bidang matematika. Tidak berlebihan jika rendahnya pemahaman konsep siswa disinyalir turut mempengaruhi prestasi belajar siswa dalam bidang matematika secara keseluruhan.
Menurut Wardhani, (2008) pemahaman konsep merupakan kemampuan dalam menjelaskan hubungan antar-konsep dan pengaplikasian konsep atau algoritma secara luwes, efisien, akurat dan tepat dalam penyelesaian masalah. Untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep siswa dapat digunakan beberapa indikator sebagai berikut: 1) mendefinisikan konsep secara lisan dan tertulis; 2) membuat contoh dan bukan contoh; 3) menggunakan berbagai simbol untuk menyatakan sebuah konsep; 4) mengubah bentuk representasi dalam berbagai bentuk; 5)mengidentifikasi karakteristik konsep; 6) membandingkan berbagai konsep; dan 7) menginterpretasikan konsep.
Pemahaman konsep sangat penting bagi siswa dalam belajar matematika karena suatu konsep matematika berkaitan erat dengan konsep matematika yang lainnya. Oleh karena itu, agar kemampuan pemahaman konsep matematik siswa dapat meningkat diperlukan metode atau pendekatan pembelajaran yang dapat melatih kemampuan berpikir siswa.
Salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan melatih kemampuan berpikir serta disinyalir efektif dalam mengajarkan konsep matematika yaitu pendekatan induktif. Pendekatan induktif merupakan pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan sejumlah keadaan khusus, kemudian dapat disimpulkan menjadi suatu fakta, prinsip, atau aturan. Pendekatan induktif disusun berdasarkan teori konstruktivisme yang memungkinkan siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman.
Self-confidence adalah keyakinan pada kemampuan diri dan kesadaran penuh akan kemampuan yang dimiliki untuk lebih mengimplementasikannya secara efektif. Dengan kata lain, siswa yang memiliki self-confidence yang baik cenderung mengaktualisasikan potensinya sebagai kemampuan internal yang berdampak pada prestasi belajarnya.
Selain mempengaruhi prestasi belajar, self-confidence menentukan keberhasilan siswa dalam belajar matematika tingkat self-confidence memiliki hubungan yang positif terhadap prestasi matematika dan dalam belajar matematika. Artinya self-confidence tidak hanya mempengaruhi prestasi tetapi juga berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas belajarnya.
Pembelajaran dengan pendekatan induktif tidak selalu efektif diterapkan pada semua materi matematika. Maka dari itu, diperlukan memilih materi yang berfokus pada pemahaman konsep. Selain itu, agar penerapan pembelajaran pendekatan induktif dapat dilaksanakan secara optimal, diperlukan penunjang belajar lainnya seperti lembar kerja peserta didik dan media pembelajaran yang berhubungan dengan situasi konkrit siswa. Dengan kata lain, siswa dengan self-confidence tinggi yang diajar melalui pembelajaran pendekatan induktif lebih baik daripada siswa yang diajar menggunakan pendekatan konvensional.
Rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematik siswa dengan self-confidence tinggi yang memperoleh perlakukan berupa pembelajaran pendekatan induktif. Self-confidence sebagai salah satu aspek psikologis sangat penting bagi siswa untuk mencapai keberhasilan dalam belajar matematika. Siswa dengan tingkat self-confidence tinggi memiliki motivasi yang kuat dan lebih menyukai belajar matematika sehingga tercapai pembelajaran matematika yang optimal. Motivasi dan kesukaan terhadap matematika sangat penting bagi siswa, terutama ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar yang melibatkan proses berpikir dan keaktifan siswa seperti pembelajaran dengan pendekatan induktif. Sehingga dengan self-confidence yang dimiliki mampu mendorong siswa untuk mengikuti proses yang disajikan dalam pembelajaran dengan pendekatan induktif. (*)










