Talking Stick Mendorong Minat Siswa Belajar PKn

Oleh: Fajar Fitkhiyati S.Pd
Guru PKn MTs Hidayatul Mubtadi’in, Kec. Sayung, Kab. Demak

TERTARIK dengan suatu pelajaran mendorong minat siswa untuk belajar. Begitupun dengan mata pelajaran PKn di MTS yang sebagian besar siswa kurang tertarik pada mata pelajaran tersebut sehingga suasana pembelajaran di kelas Lesu, Pasif, dan kelihatan monoton. Disinilah tantangan guru sebagai motivator harus mampu menerapkan metode-metode pembelajaran yang mendorong minat siswa belajar PKn dan mampu menghidupkan suasana kelas lebih aktif serta menyenangkan.

Selamat Idulfitri 2024

Diantara sekian banyak metode-metode pembelajaran kooperatif yang ditawarkan memilih metode talking stick merupakan alternatif pilihan. Metode talking stick ini dipilih dengan alasan metode yang menggabungkan pembelajaran dengan bermain sehingga siswa  tidak jenuh serta suasana hatinya akan lebih senang dan relax.

Arti kata dari talking stick yaitu tongkat berbicara, maksudnya bahwa tongkat ini digunakan guru sebagai pemilih siswa yang wajib menjawab pertanyaan dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan oleh guru. Untuk menambah keasikan dan ketertarikan siswa guru mengajak siswa secara bersama-sama menyanyikan lagu yang disukai untuk mengiringi berjalannya tongkat dari siswa yang satu ke siswa yang lain. Dan untuk menambah perhatian siswa guru secara tiba-tiba akan memperhatikan lagu dengan memberi aba-aba stop. Begitu seterusnya sampai siswa mendapat giliran semuanya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Metode talking stick boleh dipraktIkkan secara individu atau dipraktikkan dengan berkelompok. Untuk mengurangi rasa dag dig dug atau senam jantung siswa lebih baik jika dipraktikkan secara berkelompok. Tujuan berkelompok jika siswa tidak mampu menjawab boleh dibantu teman  lain yang satu kelompok. Dengan dibentuk kelompok ini memupuk karakter kerjasama dan siswa lebih berani berpendapat.

Untuk lebih jelasnya, langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode talking stick sebagai berikut. a) Guru menyampaikan KD atau tujuan pembelajaran. b) Guru menyiapkan tongkat. c) Guru membentuk kelompok. d) Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari kemudian memberikan siswa waktu untuk membaca materi dan mempelajari materi lebih lanjut. e) Siswa menutup buku dan bersiap-siap menjawab pertanyaan yang diberikan. f) Guru mulai memberikan tongkat pada salah satu anggota kelompok dan mengajak siswa bernyanyi bersama sebagai pengiring musik selama tongkat berpindah dari salah satu anggota kelompok kepada anggota kelompok lain.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Nyanyian berhenti jika guru sudah memberi aba-aba stop, maka siswa yang memegang tongkat terakhir wajib menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan oleh guru. Setelah selesai dijawab, maka tongkat berjalan lagi kepada salah satu anggota kelompok lain dengan diiringi nyanyian bersama-sama dan berhenti lagi jika ada aba-aba stop dari guru. Yang memegang tongkat terakhir siswa wajib menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan guru jika belum mampu menjawab teman satu kelompok boleh membantu begitu seterusnya sampai siswa mendapat giliran semua. g) Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Ternyata metode kooperatif talking stick mampu mendorong minat siswa belajar PKn dengan bukti suasana pembelajaran lebih kondusif, lebih menyenangkan, lebih menarik. Hampir seluruh siswa lebih antusias dan berminat belajar tentang materi pelajaran. Dengan memahami materi  yang disajikan siswa lebih percaya diri ketika menjawab pertanyaan yang diberikan. Meskipun pendalaman materi langsung diberikan, siswa tetap enjoy karena evaluasi ini diberikan sambil bermain serta menyanyi sehingga siswa tidak ada beban dalam pikirannya tapi siswa merasa tertantang untuk mampu menjawab pertanyaan yang menjadikan pendorong untuk belajar lebih giat dan serius. Siswa berlomba-lomba untuk menunjukkan diri menjadi yang terbaik. (*)