15 Desa Diprediksi Rawan Kekeringan Ekstrem

SALURKAN: Petugas BPBD menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang kesulitan memperoleh air bersih pada musim kemarau tahun 2019. (ANTARA/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – 15 Desa di Kabupaten Purbalingga diprediksi rawan kekeringan ekstrem. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, menyiapkan bantuan air bersih sebagai antisipasi bencana kekeringan. Yang diprediksi akan terjadi pada musim kemarau tahun 2022.

“Berdasarkan informasi dari BMKG, Purbalingga merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang tingkat kekeringannya diprakirakan rendah, atau musim kemaraunya pendek,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Umar Fauzi di Purbalingga, Selasa (8/6).

Ia mengatakan, dalam hal ini, musim hujan di Kabupaten Purbalingga diprakirakan akan berlangsung hingga dasarian (10 hari, red.) ketiga bulan Juli 2022. Serta curah dan intensitas hujan berkurang seiring dengan datangnya musim kemarau.

“Mudah-mudahan kekeringannya tidak se-ekstrem tahun 2020. Karena sifat musim kemarau tahun ini kemarau yang basah,” jelasnya.

Kendati demikian, Umar mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi dengan persiapan bantuan logistic. Berupa air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat yang kekurangan air.

Selain itu, pihaknya juga menyiagakan personel Pengendalian dan Operasional (Dalops) BPBD Purbalingga. Termasuk armada tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih.

“Kalau memang terjadi kekeringan, kami siap 24 jam. Untuk menyalurkan bantuan air bersih,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu disebabkan di Purbalingga terdapat 15 desa yang rawan kekeringan ekstrem. “Kalau kemaraunya basah, tidak sampai 15 desa, mungkin 4-5 desa saja, Insya Allah,” katanya menegaskan.

Terkait dengan itu, ia mengatakan, pihaknya siap menyalurkan bantuan air bersih berapapun yang dibutuhkan masyarakat. Disinggung mengenai alokasi anggaran untuk bantuan air bersih, ia enggan menyebutkan secara pasti. Karena tidak dialokasikan secara khusus.

“Kami menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga. Kami menyesuaikan saja, fleksibel saja,” imbuhnya. (ara/all)