Tingkatkan Hasil Pembelajaran PKn dengan Media Kuartet Cerdas

Oleh: Nur Riyanti, S.Pd.SD
Guru SDN 5 Jekulo, Kec. Jekulo, Kab. Kudus

PEMBELAJARAN yang ada di sekolah biasanya menggunakan metode ceramah dengan sumber berupa buku. Penggunaan metode belajar konvensional serta tidak adanya media pembelajaran membuat guru yang lebih aktif di kelas sedangkan siswa lebih pasif. Kondisi tersebut membuat minat siswa dalam belajar menurun, sehingga materi yang disampaikan oleh guru tidak dapat dipahami dengan baik. Karena materi yang disampaikan kurang dipahami, hal ini menyebabkan turunnya hasil belajar siswa sehingga tidak dapat tercapainya suatu tujuan dari pembelajaran. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif serta dapat menarik minat siswa sehingga hasil belajar dapat meningkat. Salah satu media yang dapat digunakan yaitu media kartu bermain, dalam media ini biasanya berisi kata, pola, atau gambar. Media pembelajaran ini dapat digunakan untuk menarik minat siswa sehingga siswa dapat berperan aktif di kelas.

Selamat Idulfitri 2024

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) atau di negara-negara barat lebih dikenal dengan sebutan civic education, merupakan sebuah mata pelajaran yang diajarkan di sekolah baik tingkat sekolah dasar, tingkat menengah, tingkat atas, bahkan sampai dengan tingkat perguruan tinggi. Pendidikan kewarganegaraan di sekolah menitikberatkan pada proses pembinaan warga negara, agar lebih memahami serta dapat memenuhi hak dan kewajibannya. Sehingga terbentuk warga negara Indonesia cerdas, cakap, dan istimewa sesuai dengan amanat Pancasila dan UUD 1945. Di tingkat dasar, pembelajaran tidak dilakukan dengan cara yang rumit, tetapi untuk menumbuh kembangkan kemampuan peserta didik melalui pengetahuan dasar dan keterampilan.

Media pembelajaran adalah suatu alat yang berperan untuk mengatasi keterbatasan antar ruang, berupa media yang tidak bisa dibawa ke dalam ruang kelas, benda yang tidak bisa langsung diamati, yang bisa membangkitkan minat belajar siswa, dan memungkinkan untuk kontak langsung dengan lingkungan sekitar. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Djamarah dan Zaim (2002: 3), yakni alat bantu diakui dapat melahirkan umpan balik yang baik dari anak didik. Dengan pemanfaatan taktik alat bantu yang akseptabel bagi guru dan menggairahkan anak didik. Media pembelajaran digunakan guru untuk memudahkan proses mengajar, agar pesan yang disampaikan melalui media pembelajaran tersebut lebih mudah diterima oleh siswa, salah satunya dengan digunakannya media pembelajaran “Kuartet Cerdas” ini. Konten gambar yang dimuat dalam “Kuartet Cerdas” berisi gambar benda-benda yang tidak mungkin bisa dibawa ke dalam ruang kelas. Sehingga digunakanlah media pembelajaran “Kuartet Cerdas” sebagai upaya untuk mengatasi terbatasnya ruang, sebagaimana fungsi dari media pembelajaran.

Melalui penggunaan media ini, diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat. Hal ini dilakukan dari berbagai pertimbangan dengan melihat kelebihan dari media tersebut. Kelebihan dari media “Kuartet Cerdas” adalah sebagai berikut, a) sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar; b) memadukan antara media gambar dengan permainan; c) bersifat  konkret dan realistis; d) dapat membatasi ruang dan waktu; e) meningkatkan perhatian serta minat siswa terhadap materi ajar; f) biaya pembuatan media murah; dan g) mudah didapat dan digunakan. Secara garis besar, gambaran pembelajaran pemecahan masalah dengan menggunakan media “Kuartet Cerdas” yang merepresentasikan makna hubungan simbol dengan sila-sila Pancasila. Media pembelajaran yang digunakan berupa permainan dapat menginspirasi anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Proses ini adalah belajar sambil bermain, membuat belajar lebih menarik dan bermakna. Aturan penggunaan media ini sangat sederhana, sehingga peserta didik tidak akan mengalami kesulitan dalam menggunakannya.

Pembelajaran IPS melalui media pembelajaran kartu bermain sangat berpotensi berjalan efektif. Hal ini di dukung oleh hasil studi literatur yang telah dilakukan, di mana terlihat adanya peningkatan hasil belajar dibandingkan sebelum dan sesudah penggunaan media kartu bermain. Peningkatan nilai tersebut terjadi cukup signifikan, sehingga harapannya adalah peneliti selanjutnya dapat mengembangkan media kartu bermain yang lebih kreatif sebagai media pembelajaran. (*)