Integrasi dan Internalisasi PAI dalam Mewujudkan Generasi Peduli Lingkungan

Oleh : Siti Khoiriyah, S.Ag
Guru PAI SDN Tambakroto, Kec. Sayung Demak

PEMANASAN global serta perubahan iklim dan juga bencana alam yang terjadi saat ini sebagai akibat dari kerusakan alam yang disebabkan ulah tangan manusia khususnya yang ada di Indonesia. Maka Pemerintah Indonesia melihat bahwa menjaga lingkungan hidup adalah sebuah keharusan sehingga pada tahun 2005 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan Nasional berkolaborasi membentuk program Pendidikan Lingkungan Hidup, dan pada tahun 2006 program pendidikan lingkungan hidup dijalankan pada program pendidikan dasar dan menengah melalui program Adiwiyata.

Selamat Idulfitri 2024

Adapun Adiwiyata itu sendiri adalah sebuah upaya membangun program ataupun wadah yang baik serta ideal guna memperoleh ilmu pengetahuan dan berbagai norma dan juga etika yang dapat menjadi dasar bagi manusia untuk menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan. Permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini akibat mimimnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Hal ini terjadi juga pada peserta didik yang ada di sekolah-sekolah sehingga perlu dibangun kesadaran bersama akan pentingnya memiliki kepedelian terhadap lingkungan. Islam sebagai agama yang komprehensif dalam mengatur hubungan manusia dengan Khaliq-Nya sekaligus mengatur hubungan manusia dengan sesama makluk sesungguhnya telah memiliki landasan normatif baik secara implisit maupun eksplisit tentang menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Misalkan tentang tugas manusia dalam melestarikan lingkungan hidup sebagai manifestasi iman (lihat, QS. Al-A’raf [7]: 85).

Pendidikan Agama Islam (yang selanjutnya dalam pemabahasan ini disebut juga dengan PAI) sangat memperhatikan pentingnya kesadaran hidup terhadap lingkungan, intelektual serta etika hidup dan sekaligus membentuk moralitas dan spiritualitas pada diri manusia, maka keberadaan pendidikan Islam yang berkolaborasi dengan program Adiwiyata menjadi sebuah kebutuhan krusial yang tidak terelakkan sebagai upaya melestarikan lingkungan, dan pada saat program Adiwiyata mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah.

PAI menjadi salah satu mata pelajaran yang bisa secara langsung berintegrasi dengan program Adiwiyata melalui Pendidikan Lingkungan Hidup (yang selanjutnya dalam pembahasan ini disebut juga dengan PLH) karena substansi program Adiwiyata juga merupakan bagian terpenting bagi lahan garapan PAI untuk mengarahkan manusia sebagai manusia yang ber-insan kamil. Pendidikan agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Majid, Ag and Pd, 2012).

Dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa tujuan Pendidikan Islam yaitu terbentuknya kesadaran pada setiap individu akan fungsi dan tugasnya sebagai manusia yang diwajibkan menyembah kepada Allah SWT, membentuk kesadaran akan perannya sebagai khalifah di muka bumi bagi segenap alam beserta isinya dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan keseharian. Melalui kesadaran ini seseorang akan termotivasi untuk mengembangkan segala potensi yang ia miliki, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mengelola lingkungan dengan baik, yang pada akhirnya seseorang memiliki kemampuan memimpin diri dan keluarganya, masyarakat dan menjadi penjaga bagi alam sekitarnya.

Adapun tujuan dari PLH menurut Afandi dijabarkan dalam lima hal: (1) Kesadaran (awarenes) yakni mewujudkan peserta didik memperoleh kesadaran dan kepekaan terhadap lingkungan hidup dan segala keseluruhan permasalahannya (2) Pengetahuan (knowledge) yakni mewujudkan peserta didik mendapatkan asas-asas pemahaman perihal fungsi lingkungan hidup serta manusia dengan lingkungan (3) Sikap (attitudes) yakni mewujudkan peserta didik memperoleh seperangkat nilai-nilai dan memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan alam serta memiliki keinginan dan komitmen untuk turut serta dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup (4) Keterampilan (skills) yakni mewujudkan peserta didik memperoleh keterampilan dalam hal mengidentifikasi, investigasi sekalligus berkontribusi dalam mencari solusi terhadap isu-isu lingkungan hidup (5) Partisipasi (participation) yakni mewujudkan peserta didik memperoleh pengalaman serta memanfaatkan pengetahuan dan juga keterampilan berpikir guna menyelesaikan dan menanggulangi permasalan dan isu-isu seputar masalah lingkungan.

Menumbuhkan kesadaran yang sekaligus pembentukan karakter akan peduli terhadap lingkungan bukanlah perkara mudah karena diperlukan upaya menyeluruh serta berkesinambungan dari pihak sekolah agar bisa terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari baik itu di lingkungan sekolah, lingkungan kelas maupun lingkungan dimana peserta didik berada, terlebih lagi perlu adanya dukungan semua pihak agar bisa mewujudkan visi sekolah dan tentunnya betapa pentingnya penanaman karakter peduli lingkungan yang dimulai dari pendidikan dasar. Dalam pendidikan Islam terdapat tiga prinsip yang perlu mendapat perhatian serius untuk kelompok agama yaitu Aqidah, ibadah dan akhlakuru PAI dalam menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan Islam. (*)