Rekombinasi Tematik Project Profil Pancasila dengan Pendekatan Sains Technologi Society Biology

Oleh: Setyo Nugroho, S.Pd., M.Pd.
Guru Biologi SMA Negeri 1 Demak

PEMBELAJARAN Kurikulum Merdeka sebagian besar akan dilaksanakan untuk sekolah-sekolah yang belum melaksanakan program ini akan segera dimulai Tahun Pelajaran 20222/2023, sebagai titik awal era pembelajaran Paradigma Baru. Salah satunya melalui Penguatan Proyek Penguatan Profil Pancasila merupakan upaya untuk mengimplementasikan pembelajaran Paradigma baru. Di antaranya tema yangdiambil adalah Tema Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI. Maka perlu dikembangkan pendekatan pembelajaran yang rasional humanis di antaranya Pendekatan Sains Teknologi Society Biology.

Selamat Idulfitri 2024

Pendekatan Sains Technologi Society Biology (STSB) dalam pandangan ilmu-ilmu sosial dan humaniora, pada dasarnya memberikan pemahaman tentang kaitan antara sains teknologi dan masyarakat, melatih kepekaan penilaian peserta didik terhadap dampak lingkungan sebagai akibat perkembangan sains dan teknologi yang berada saat ini. Menurut pendapat (Juli Firmansyah 2021), keputusan yang dibuat oleh masyarakat biasanya memerlukan penggunaan teknologi untuk melaksanakannya. Bahkan, masyarakat dan ilmu pengetahuan menggunakan teknologi sebagai sarana untuk menyimpan informasi. Peranan penting yang dimiliki oleh teknologi dapat berfungsi sebagai sarana tindakan dan penyidikan dalam pendekatan STS.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pada awalnya pendidikan sains pada hakekatnya merupakan upaya pemahaman, penyadaran, dan pengembangan nilai positif tentang hakekat sains melalui pembelajaran. Sains pada hakekatnya merupakan ilmu dan pengetahuan tentang fenomena alam yang meliputi produk dan proses. Pendidikan sains merupakan salah satu aspek pendidikan yang menggunakan sains sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional secara umum dan tujuan pendidikan sains secara khusus, yaitu untuk meningkatkan pengertian terhadap dunia alamiah.

Dalam penerapkan STSB sebagai sebuah pendekatan praktis dalam pembelajaran berikut, ada beberapa prinsip yang senantiasa harus diikutsertakan. Pandangan bahwa pemahaman terhadap konten sains lebih berharga daripada sekedar mampu mengerjakan soal. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pengalaman tentang aturan hidup bermasyarakat yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang telah diidentifikasi. Adanya penekanan kepada keterampilan proses yang dapat digunakan peserta didik untuk menyelesaikan persoalannya sendiri. Adanya penekanan pada kesadaran berkarir, terutama karir yang berhubungan dengan sains dan teknologi. Peserta didik melakukan identifikasi terhadap persoalan dan dampak yang ditimbulkan dari persoalan tersebut yang muncul di sekitar lingkungan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Untuk itu diperlukan bahan ajar, buku siswa yang sesuai untuk dikembangkan dengan pendekatan STSB tersebut dapat digunakan untuk membantu siswa mengetahui penerapan seperti contohnya materi sampah dan limbah rumah tangga serta cara penanganannya dalam kehidupan siswa. Selain itu, dapat melatih siswa untuk menganalisis, mengambil kesimpulan, menyampaikan pendapat, dan melatih berhubungan dengan orang lain dalam komunikasi. Materi ajar yang dikembangkan telah mengulas materi ajar sampah serta penanganannya secara keseluruhan dan telah melewati tahap validasi dan revisi sehingga materi ajar dikatakan sangat valid dan mudah untuk digunakan oleh guru pada jenjang SMA.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Proses pengembangan bahan ajar IPA berbasis pendekatan Sains Technologi Society Biologi (STSB) untuk siswa kelas X SMA sesuai dengan kurikulum Merdeka  dapat dilakukan dengan baik. Bagaimana mengkombinasikan proyek ini dengan mata pelajaran serumpun atau non homogen. Salah satunya bisa diambil dengan memprediksi jalur pemanfaatan tema ini dikombinasikan dengan isu-isu nasional atau isu kontekstual.  Bahan diskusi penyerta topik ini dapat dikembangkan sehingga peserta didik merasa ada sebuah tantangan sekaligus menemukan sebuah kekinian berfikir problem solving . Uraian proses perencanaan , alur berfikir, penemuan konsep baru bisa jadi menjadi sebuah penemuan baru bagaimana peserta didik pendapat “keakuannya”memberikan warna sendiri dalam pengembangan proyek ini. Pendekatan STSB dapat menjadi sebuah pilihan lain dalam mengembangkan alur kritis peserta didik menjadi lebih terasah. Maka paradigma berfikir baru menjadi lompatan yang luar biasa untuk percepatan dinamika peserta didik. (*)