Cakupan Vaksinasi Booster di Bantul Capai 210.629 Dosis

ANTUSIAS: Salah satu masyarakat Bantul mengikuti vaksinasi di Puskesmas Pajangan, Bantul, belum lama ini. (DOKUMENTASI ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Capaian vaksinasi ketiga atau booster di Kabupaten Bantul mencapai 210.629 dosis. Hal ini sesuai dengan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KCP-PEN) per tanggal 20 Juli 2022.

Kasie Surveilans, Imunisasi dan Penyenatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Elina Chrisniati membenarkan hal tersebut. Capaian vaksinasi booster di Bumi Projotamansari per 20 Juli ini baru mencapai prosentase 27,46 persen atau 210.629 dosis.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa sebelum mudik Hari Raya Idul Fitri lalu, capaian vaksin di Bantul mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan vaksin booster sebagai syarat untuk melakukan perjalanan.

Berdasarkan data per 12 April lalu, vaksinasi booster di Bantul mencapai 11,55 persen. Atau setara dengan 88,631 dosis.

“Sebelum mudik memang ada peningkatan, karena memang jadi syarat. Tapi kemudian turun lagi,” katanya.

Namun, berdasarkan data pada Jumat (15/7) lalu, di halaman Dinas Kesehatan Bantul yang melayani vaksinasi mengalami peningkatan kembali. Pihaknya terus memantau hingga Jumat besok apakah terjadi peningkatan atau tidak.

“Jumat kemarin sudah mulai ada peningkatan di halaman Dinkes Bantul, hampir mencapai 400an dosis. tetapi coba jumat depan kita lihat seperti apa. Karena saat ini sudah ada edaran terkait syarat booster untuk perjalanan dan layanan publik,” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai varian baru Omicron BA4 dan BA5 di Bantul, ia belum bisa memastikan secara benar. Sebab ia mengaku hingga saat ini belum terdapat data mengenai varian tersebut tersebar di Bantul.

Pihaknya pun terus melakukan berbagai cara agar capaian booster di Bantul dapat terus ditingkatkan. Salah satunya dengan tetap berjalannya layanan vaksinasi. Baik dari puskesmas maupun Dinas Kesehatan Bantul.

“Layanan vaksin tetap jalan di layanan mampu vaksin, termasuk dorongan dari puskesmas untuk tetap mengedukasi ke masyarakat agar mengikuti booster. Sekarang ini juga mulai dilaksanakan booster untuk sasaran siswa kelas XII SMA yang sudah memasuki usia 18 tahun dan juga booster kepada tenaga ASN,” tegasnya. (ers/bid)