BANTUL, Joglo Jogja – Vaksinasi booster menjadi penguat imun di segala kondisi. Terlebih vaksin booster diwajibkan bagi pelaku perjalanan, sehingga animo untuk melakukan vaksinasi di masyarakat meningkat.
Kepala Puskesmas Piyungan, Seta Nurhayati Mularum mengatakan, dari target sasarannya dalam program vaksinasi antusias masyarakat cukup tinggi. Dimana dalam pelaksanaannya terdapat 300 dosis vaksin yang tercapai.
“Kita fokus ke booster dimana target 300 dosis sudah terlampaui. Kita menggunakan metode sistem undangan untuk pasien yang tercatat di kami,” ujarnya saat diwawancarai Rabu (31/8).
Demi meningkatkan percepatan vaksinasi booster, pihaknya melakukan pendataan pasien yang belum diberikan vaksin dosis ketiga. Namun demikian, pihaknya juga tetap melayani vaksin untuk masyarakat umum lainnya.
“Kami juga melayani on the spot secara terbatas. Jadi quota yang tersedia digunakan untuk melayani vaksin dosis pertama dan kedua,” imbuhnya.
Sementara secara terpisah, Kasie Surveilans, Imunisasi, dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Elina Chrisniati mengatakan, animo masyarakat yang mengikuti vaksin termasuk booster pertama cukup tinggi. Hal ini setelah adanya kewajiban vaksin booster bagi pelaku perjalanan dan pengakses layanan publik.
“Tadinya vaksinasi di sentra vaksinasi Dinkes dibuka sekali dalam sepekan yaitu hari Rabu, sekarang bertambah hari Jumat . Sehari vaksinasi bisa mencapai 500 dosis,” bebernya.
Koordinator vaksinasi BINDA DIY wilayah Bantul, Nugroho mengatakan, bahwa pihaknya melakukan upaya-upaya percepatan vaksinasi. Pihaknya mencari celah dimana terjadi pengumpulan atau mobiliasi masyarakat. Kemudian akan hadir untuk melakukan vaksinasi penguat.
“Karena sekarang vaksinasi penguat menjadi wajib bagi pelaku perjalanan, sementara untuk PCR dan antigen tidak wajib. Jadi kita membantu masyarakat ketika akan melakukan perjalanan jarak jauh, tidak perlu repot melakukan tes PCR,” tukasnya. (ers/bid)










