Perpaduan Model Pembelajaran Edutainment dengan Snowball Throwing

Oleh: Isolihatun, S.Pd., M.Pd.
Guru Matematika SMAN 1 Demak, Kabupaten Demak

MENURUT Moh. Sholeh Hamid, edutainment berarti pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. Sedangkan makna edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa, sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmonis sehingga dapat lebih menyenangkan peserta didik dalam belajar, pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humor, permainan (game), bermain peran (role play), dan demonstrasi.

Selamat Idulfitri 2024

Suasana belajar harus diciptakan sedemikian rupa agar siswa tidak merasa terbebani dengan beragam materi. Suasana pembelajaran yang menyenangkan secara tidak konvensional dapat menarik minat belajar siswa, sehingga dapat memaksimalkan hasil belajar siswa. Proses pembelajaran metode edutainment berlangsung tanpa menggunakan langkah-langkah, tetapi hanya menggunakan strategi untuk membuat peserta didik belajar dengan lebih mudah dan dapat mengubah sikap negatif dari diri peserta didik tersebut. Sehingga proses pembelajaran ini mampu menciptakan suasana kondusif untuk mencapai hasil pembelajaran yang baik.

Adapun manfaat dari edutainment: (1) Perasaan yang membuat pembelajaran akan selesai dengan cepat; (2) Membuat contoh dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik; (3) Dapat menumbuhkan minat dan penemuan baru dalam proses belajar mengajar; (4) Pembelajaran akan tercipta secara maksimal.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Snowball throwing (bola salju) adalah suatu model pembelajaran yang dapat menggali potensi siswa dalam membuat dan menjawab pertanyaan melalui sebuah permainan imajinatif membentuk dan melempar bola salju yang terbuat dari kertas. Snowball throwing dilakukan dengan pembentukan kelompok terlebih dahulu, kemudian siswa membuat pertanyaan di kertas yang kemudian dibentuk seperti bola lalu dilempar ke siswa lain untuk menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.

Model pembelajaran snowball throwing membuat kelompok menjadi dinamis, karena kegiatan siswa tidak hanya berpikir, menulis, bertanya atau berbicara. Akan tetapi mereka juga melakukan aktivitas fisik, yaitu menggulung kertas dan melemparkannya pada siswa lain. Dengan demikian, tiap anggota kelompok akan mempersiapkan diri karena pada gilirannya mereka harus menjawab pertanyaan dari temannya yang mendapat bola kertas.

Menurut Suprijono (2010) dan Saminanto (2010), tujuan model pembelajaran snowball throwing adalah sebagai berikut: (1) Melatih kesiapan siswa dalam merumuskan pertanyaan dengan bersumber pada materi yang diajarkan serta saling memberikan pengetahuan; (2) Siswa lebih memahami dan mengerti secara mendalam tentang materi pelajaran yang dipelajari. Hal ini disebabkan karena siswa mendapat penjelasan dari guru yang secara khusus disiapkan oleh guru serta mengarahkan penglihatan, pendengaran, menulis dan berbicara mengenai materi yang disampaikan oleh guru; (3) Model pembelajaran ini dapat membangkitkan keberanian siswa dalam mengemukakan pertanyaan kepada teman lain.; (4) Melatih siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru dengan baik; (5) Merangsang siswa untuk mengemukakan pertanyaan sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan dalam pembelajaran tersebut; (6) Dapat mengurangi rasa takut siswa dalam bertanya kepada teman maupun guru; (7) Siswa akan lebih mengerti makna kerja sama dalam menemukan pemecahan suatu masalah; (8) Siswa akan memahami makna tanggung jawab.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Adapun aturan atau cara bermain model pembelajaran snowball throwing adalah sebagai berikut: (1) Guru melempar bola secara acak kepada salah satu siswa; (2) Siswa yang mendapatkan bola melemparkannya ke siswa yang lain, boleh secara acak atau secara sengaja; (3) Siswa yang mendapatkan bola dari temannya melemparkan kembali ke siswa lainnya; (4) Siswa ketiga/terakhir, berkewajiban untuk mengerjakan soal yang telah disiapkan oleh guru; (5) Mengulangi terus metode di atas, sampai soal yang disediakan habis atau waktu habis; (6) Guru membenarkan jika jawaban benar, menegaskan apabila kurang pas dan menerangkan/membahas soal yang baru saja dijawab.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Perpaduan antara model pembelajaran edutainment dan model pembelajaran snowball throwing merupakan perpaduan antara belajar dan hiburan yang menyenangkan. Hal ini didasarkan pada sifat alamiah siswa yang dalam kesehariannya membutuhkan waktu bermain dan hiburan. Sehingga konsep pembelajaran edutainment dan snowball throwing ini bisa membatu siswa atau peserta didik untuk belajar lebih efektif karena diterapkan dalam kondisi yang menyenangkan dan bebas dari tekanan. (*)