Pembiasaan Tadarus sebagai Literasi Agama di Sekolah

Oleh: Supardan, S.Ag.
Guru PAI SMPN 1 Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara

SALAH satu program Gerakan Literasi Sekolah yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Mandiraja Kabupaten Banjarnegara adalah pembiasaan Tadarus Al Quran. Literasi Tadarus Al Quran merupakan bagian dari literasi agama Islam. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa dalam membaca dan mempelajari Al Quran sebagai pedoman hidup. Literasi Tadarus Al Quran juga sangat berperan dalam menumbuhkan budaya baca dengan meningkatkan iman dan takwa serta akhlak mulia melalui pendidikan sekolah.

Selamat Idulfitri 2024

Literasi tadarus Al Quran di SMP Negeri 1 Mandiraja dilaksanakan pada setiap hari pada waktu pagi sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan bersama oleh para siswa dan guru SMP Negeri 1 Mandiraja, yang diampu oleh guru pendidikan Agama Islam.

Di SMP Negeri 1 Mandiraja, setiap hari dilaksanakan kegiatan tadarus. Urutannya diawali doa belajar bersama, diteruskan hafalan surat pendek. Setelah hafalan surat pendek, diteruskan tadarus sendiri-sendiri atau masing-masing, dan diharapkan juga membaca serta artinya. Setelah bel sekolah berakhir, maka bersama-sama menghafalkan doa Khotmil Quran.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan adanya implementasi program pembiasaan tadarus Al Quran di SMP Negeri 1 Mandiraja ,tentu ada harapan yang menjadi tujuan utama ditetapkannya pelaksanaan kegiatan ini. Berdasarkan hasil wawancara kami selaku guru pengampu dengan sampel siswa di kelas yang penulis ampu, terdapat manfaat atau kemajuan positif, antara lain: a) Siswa hafal Juz 30 dan Juz 29 dan mampu membaca Al Quran dengan tartil sesuai target bacaan yang telah ditentukan; b) Siswa hafal doa-doa harian, bacaan salat, dan dapat melantunkan Asmaul Husna; c) Pengembangan akhlakul karimah; d) Pengembangan keterampilan dasar mengungkapkan pendapat positif ketika kultum; e) Pengembangan sikap kemandirian dan tanggung jawab.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Selain adanya tujuan dari program pelaksanaan kegiatan tadarus Al Quran di SMP Negeri 1 Mandiraja pastinya juga terdapat manfaat yang dirasakan, antara lain: a) Terciptanya lingkungan sekolah yang cinta Al Quran. Salah satu manfaat diterapkannya program pembiasaan tadarus SMP Negeri 1 Mandiraja, salah satunya yaitu terciptanya lingkungan sekolah yang cinta Al Quran. Dengan diterapkannya program pembiasaan tadarus Al Quran, siswa akan terbiasa melantunkan ayat suci Al Quran.; b) Mudah dalam melantunkan ayat suci Al Quran. Manfaat ini dapat dirasakan oleh siswa itu sendiri. Siswa merasakan bahwa ketika mereka terbiasa melakukan kegiatan tadarus Al Quran di sekolah ketika kegiatan belajar mengajar di kelas terdapat potongan ayat suci Al Quran mereka mudah dalam melantunkan ayat tersebut. Dikarenakan mereka sudah terbiasa membaca ayat Al Quran; c) Dapat memperbaiki bacaan Al Quran secara perlahan. Dalam penerapan program pembiasaan tadarus Al Quran di SMP Negeri 1 Mandiraja, terdapat salah satu manfaat, yaitu dapat memperbaiki bacaan Al Quran siswa secara bertahap; d) Siswa menjadi lebih disiplin. Seiring dengan berjalannya kegiatan tadarus Al Quran di SMP Negeri 1 Mandiraja selalu mengalami perubahan yang positif.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Setelah diterapkannya metode yang berbeda dengan perubahan tempat pelaksanaan dan materi pada kegiatan tersebut, maka tingkat kedisiplinan siswa perlahan membaik. Sebelumnya, tingkat disiplin siswa dalam pelaksanaan kegiatan ini belum begitu terlihat. Dengan begitu, pelaksanaan kegiatan tadarus Al Quran saat ini dapat mengurangi angka keterlambatan siswa dan siswa juga perlahan menaati aturan yang berlaku dan lebih berdisiplin dalam pelaksanaan kegiatan tadarus ini. (*)