Peningkatan Keterampilan Menyanyikan Lagu Nasional melalui Media Audio Visual

Oleh: Muh Agus Widodo, S.Pd.SD.
Guru SDN 04 Bulu, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

SENI Budaya dan Prakarya (SBDP) merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan disekolah dasar menurut Kurikulum 2013. Di Indonesia, pelajaran bernyanyi sudah diajarkan sejak peserta didik duduk di kelas satu sekolah dasar (SD) dengan lagu-lagu wajib seperti Garuda Pancasila, Satu Nusa, Syukur, Hari Merdeka, dan lain sebagainya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bernyanyi adalah mengeluarkan suara bernada atau berlagu. Adapun nyanyian yang diistilahkan juga dengan lagu adalah komponen musik pendek yang terdiri atas perpaduan lirik dan lagu atau nada. Sedangkan Jamalus berpendapat bahwa bernyanyi adalah kegiatan di mana kita mengeluarkan suara secara beraturan dan berirama baik diiringi oleh iringan musik atau tanpa iringan musik. Lagu wajib nasional menurut Desternelli, dkk (2017) adalah lagu berbahasa yang syairnya berisi aspek kehidupan bangsa Indonesia, penciptaan lagu wajib nasional dilatar belakangi masa perjuangan dan masa kemerdekaan bangsa Indonesia.

Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan pada siswa kelas VI SD Negeri 04 Bulu dalam pembelajaran SBDP materi menyanyikan lagu wajib nasional dengan tangga nada mayor dan minor, siswa menyanyi terdengar masih kurang baik, masih terdapat kurangnya kejelasan dan ketepatan nada. Hal ini disebabkan karena guru belum mendemonstrasikan bagaimana teknik bernyanyi, baik itu teknik pernapasan, sikap badan yang baik saat bernyanyi maupun bagaimana produksi nada yang baik. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan hanya papan tulis dan modul, sedangkan metode pembelajaran adalah ceramah. Dengan metode tersebut, masih cenderung menggunakan pendengaran sebagai indra dominan untuk menangkap pesan, sehingga indra penglihatan belum sepenuhnya digunakan. Untuk itu, diperlukan suatu perbaikan pembelajaran yaitu dengan penggunaan media audio visual.

Menurut Marshall Meluhan (2008:99), media audio visual adalah bentuk perantara audio visual yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat, sehingga ide pendapat atau gagasan yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. Media audio visual yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat.

Kelebihan-kelebihan media audio visual yaitu: 1) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih mudah dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik; 2) Mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan; 3) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tapi juga aktivitas mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain; 4) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.

Agar penggunaan media audio visual dapat berjalan maksimal, kita harus memperhatikan langkah-langkah berikut: 1) Usahakan posisi penyimpanan file sudah berada di tempat pemutarnya dan tinggal menekan tombol play atau on; 2) Jelaskan kepada peserta didik tentang jenis mata pelajaran, topik yang akan dibahas dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai; 3) Mintalah peserta didik untuk memperhatikan baik-baik terhadap materi pembelajaran yang akan disampaikan, mencatat bagian-bagian yang dianggap penting serta mengikuti berbagai instruksi (perintah) yang akan disampaikan; 4) Usahakan suasana tetap tenang atau kondusif selama pemutaran program media, selingi dengan kegiatan tanya jawab agar anak tetap fokus dan tidak jenuh atau bosan; 5) Anak secara berkelompok atau secara personal diminta untuk mempraktikkan menyanyikan lagu wajib nasional sesuai contoh yang sudah di demonstrasikan ataupun sudah dijelaskan berdasar apa yang mereka lihat dan juga di dengar dari tayangan audio visual; 6) Guru mengevaluasi dan memberi masukan atau kritikan kepada siswa. Melalui pemanfaatan media audio visual, pembelajaran tersebut di atas siswa mampu menyanyikan lagu wajib nasional dengan baik, anak pun lebih percaya diri. (*)