PATI, Joglo Jateng – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati menyatakan bahwa Tol Layang diperkirakan menjadi opsi di daerah yang rawan banjir. Sehingga, bentuk kontruksi itu dapat menjadi solusi pembangunan jalan Tol Demak-Tuban di Pati.
Kepala DLH Pati Tulus Budiharjo mengatakan, pembangunan jalan tol Demak-Tuban diketahui bakal melintasi desa yang rawan banjir. Oleh karena itu, persoalan tersebut masih menjadi pembahasan tim Amdal.
“Kemarin disampaikan ada beberapa desa yang dilalui rawan banjir. Jadi tim Amdal kontruksi juga ada jawaban, bahwa jalan tol tidak dibawah semua, tapi juga pakai layang. Dan ini akan ada kajian,” katanya.
Akan tetapi, pihaknya belum bisa berbicara banyak terkait desa-desa yang bakal di lalui jalan Tol Demak-Tuban. Pasalnya, saat ini masih dalam proses amdal.
Dirinya hanya menyatakan bahwa lokasi yang dilalui jalan Tol merupakan desa rawan banjir. Karena menyusuri Sungai Juwana. Sebab itulah, pihaknya berharap Tol Layang dapat menjadi solusi.
“Opsi tol layang ini di beberapa desa yang biasa tergenang banjir tidak semakin parah. Sehingga tidak merugikan warga dan juga pengendara nantinya,” imbuhnya.
Tulus juga menegaskan bahwa pembangunan jalan tol jangan sampai memperparah banjir di sejumlah desa. Namun pihaknya yakin bahwa proyek ini akan melalui kajian yang baik dan cermat. (lut/fat)










