Peningkatan Minat Baca Al Quran Siswa melalui Program Tadarus di Sekolah

Oleh: Titik Ardiati, S.Ag.
Guru PAI SMPN 2 Karangtengah, Kabupaten Demak

MEMBACA Al Quran merupakan amalan ibadah yang wajib untuk dilakukan oleh setiap muslim. Namun kadang kita kurang semangat melakukannya. Al Quran menjadi kitab suci yang diturunkan kepada Rasulullah SAW. melalui Malaikat Jibril. Perintah untuk membaca Al Quran ini termaktub dalam hadis Rasulullah SAW. Kata ‘Abdullah Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Quran) maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan Alif lam mim satu huruf. Akan tetapi Alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf,” (HR. At Tirmidzi).

Selamat Idulfitri 2024

Keistimewaan membaca Al Quran adalah mendapatkan pahala dan kebaikan, dapat menjadikan suasana sekitar menjadi lebih damai, tenang dan penuh keberkahan, sehingga banyak orang yang berbondong-bondong untuk membaca dan mengkhatamkan Al Quran terutama pada Bulan Ramadhan. Namun kenyataan di lapangan, banyak anak remaja sekarang yang semakin jarang atau bahkan tidak pernah membaca Al Quran. Pada dasarnya, pertumbuhan dan perkembangan siswa tergantung dua unsur yang saling mempengaruhi, yakni bakat yang telah dimiliki dari peserta didik sejak lahir akan tumbuh dan berkembang karena pengaruh lingkungan serta kesulitan membaca Al Quran pada peserta didik.

Siswa yang berasal dari keluarga yang membiasakan membaca Al Quran di rumah juga memberikan pengaruh yang besar. Sebuah keluarga yang membiasakan membaca akan membuat motivasi minat membaca Al Quran lebih besar, dibandingkan siswa yang berasal dari keluarga yang tidak membiasakan membaca Al Quran di rumah. Sekolahan sebagai lembaga ilmiah mempunyai peranan andil yang besar dalam meningkatkan minat baca siswa. Sekolahan yang baik harus mampu memotivasi siswa untuk rajin membaca Al Quran. Berbagai fasilitas yang diperlukan dalam meningkatkan minat baca siswa harus diusahakan semaksimal mungkin. Tentu sesuai dengan kemampuan sekolah.

Fasilitas pokok yang harus ada yaitu siswa bersama-sama dipandu dari studio sekolah yang dipimpin siswa yang ditunjuk atau dilatih oleh Bapak/Ibu guru yang bersangkutan, terdiri satu siswa yang membaca Al Quran dan satu siswa membaca saritilawah. Program sekolahan yang efektif untuk program pembiasaan literasi Al Quran (tadarus) pagi setiap hari Sabtu sebelum jam pelajaran. Walaupun literasi hanya 30 menit sebelum pelajaran dimulai, efeknya baik bagi siswa. Berawal beberapa kali satu dua siswa tidak membawa Al Quran terpaksa meminjam Al Quran di musala karena wajib mengikuti program literasi Al Quran dari sekolahan. Lambat laun, siswa akan terbiasa membawa Al Quran dan membacanya. Tanpa disadari, terjadi peningkatan minat baca siswa melalui program literasi Al Quran di sekolah.

Literasi Al Quran (tadarus) sekolah agar berjalan baik tentu saja harus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Seperti kepala sekolah sebagai pimpinan, harus memberikan contoh pada guru, karyawan, dan siswa dengan mengikuti program literasi sekolah membaca Al Quran 30 menit setiap pagi sebelum memulai tugas pokok dan fungsinya.

Guru mempunyai peran penting dalam program literasi Al Quran di sekolah, terutama guru yang mengampu pelajaran jam pertama. Sebelum literasi sekolah dimulai guru harus mengecek siswa sudah membawa Al Quran yang akan dipakai dalam literasi atau belum. Apabila ditemukan siswa yang belum membawa Al Quran untuk literasi, guru meminta siswa untuk meminjam Al Quran di musala.  Dengan dukungan dari berbagai pihak, program literasi Al Quran sekolah dapat berjalan dengan baik, sehingga terjadi peningkatan minat baca Al Quran pada siswa melalui program literasi sekolah. (*)