Oleh: Dra. Yumi Astuti, M.Si.
Guru PPKn SMA Negeri 1 Demak
GOOGLE Jamboard merupakan aplikasi papan tulis digital. Seperti halnya whiteboard konvensional, Jamboard dapat digunakan sebagai sarana untuk menulis materi saat pembelajaran, menambahkan gambar, dan informasi lainnya. Aplikasi tersebut juga dapat digunakan secara interaktif oleh siswa untuk berkolaborasi selama pembelajaran daring. Yakni dilakukan dengan tatap maya antara guru dan siswa.
Pemanfaatan Google Jamboard dalam pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran Matematika membuat pertemuan dalam jaringan menjadi lebih efektif. Peserta didik dapat berdiskusi dan berkolaborasi dengan saling menampilkan hasil pemahaman mereka saat mengerjakan tugas. Bias juga digunakan saat pengajar memberikan contoh-contoh penyelesaiaan soal-soal (Batubara, 2018)
Dengan aplikasi tersebut, siswa dapat menanggapi pendapat temannya yang dituliskan dengan tangan saat itu juga (bukan menampilkan foto hasil pekerjaannya) menggunakan tools yang ada. Begitu pula guru juga dapat memberikan konfirmasi hasil diskusi peserta didik dan menampilkan tulisan tangan saat pembelajaran daring berlangsung. Model ini dapat dimanfaatkan dalam mata pelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn).
Pembelajaran PPKn dengan materi “Bentuk dan Kedaulatan NKRI” menggunakan project based learning (PJBL) dengan menerapkan mind mapping pada aplikasi Jamboard di Google Classroom sangat membantu proses pembelajaran. Contohnya, dalam penjelasan perumusan dan pengesahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam materi ini, siswa dapat membuat mind mapping untuk setiap sidang yang dilaksanakan pada saat perumusan UUD.
Metode ini dapat menambah daya tarik siswa dalam belajar. Dengan mind mapping, siswa mempelajari materi dengan antusias dan dapat meningkatkan kreativitas dan aktivitas. Hal tersebut berpengaruh pada meningkatnya hasil belajar. Adapun langkah yang dapat dilakukan di antaranya adalah dengan membuat video pembelajaran yang bisa diakses siswa melalui akun YouTube.
Di samping itu, perlu juga dibuatkan beberapa alternatif. Di antaranya adalah, mengajak siswa belajar menggunakan virtual meeting dengan Google Meet. Di sana kegiatan interaktif menyapa siswa dan menanyakan perasaan mereka mengikuti pembelajaran daring hari itu dapat dilakukan.
Kontrak kesepakatan kelas selama pembelajaran pun bisa berlangsung. Selanjutnya, tampilan video pembelajaran melalui akun YouTube dapat diakses. Siswa kemudian menuliskan hal-hal yang telah mereka pahami melalui sticky note di Jamboard. Identifikasi respon siswa yang interaktif sangat diperhatikan.
Siswa diminta menulis di stiky note sebanyak-banyaknya. Setelah selesai, siswa membacakan apa yang telah mereka tulis dan menanyakan perasaan mereka mengikuti pelajaran hari itu. Pembelajaran ditutup dengan refleksi dan siswa-siswa menyampaikan bahwa mereka menyukai pembelajaran yang interaktif.
Pada pertemuan yang kedua, siswa kembali diajak belajar menggunakan Google Meet. Kelas dibuka dengan saling sapa dan menanyakan kabar mereka hari itu. Guru dapat mencoba memberikan ice breaking berupa game yang telah persiapkan sebelumnya di aplikasi Kahoot!. Setelah bermain game, siswa menyimak materi hari itu melalui video pembelajaran yang telah diunggah di akun YouTube. Sepanjang pembelajaran berlangsung, siswa diminta banyak bertanya tentang hal-hal yang belum mereka pahami.
Kegiatan selanjutnya, guru membagikan link aplikasi Padlet dan meminta siswa menuliskan materi yang telah mereka pelajari dan pahami. Siswa tidak hanya bisa menulis dalam bentuk narasi, tetapi juga bisa menyertakan voice note, video, gambar dan link. Aplikasi ini sangat interaktif dan membuat siswa tertantang untuk belajar. Siswa diminta secara bergantian mempresentasikannya hasil kreativitas mereka di Padlet. Di akhir pembelajaran, siswa-siswi memberikan refleksi. Mereka menceritakan perasaan mereka belajar hari itu dan menyampaikan hal baru yang mereka pelajari. Proses pembelajaran ini dapat terus dicipta kembangkan untuk mendukung proses pembelajaran bermakna PPKn di kelas. (*)










