Gallery Walk untuk Pembelajaran PAI Kisah Nabi

Oleh: Misdati Ulfah, S.Pd.I
Guru PAI SDN  1 Mijen, Kec. Kaliwungu, Kab. Kudus

PENDIDIKAN adalah salah satu aspek terpenting bagi kehidupan manusia, karena dapat mengembangkan potensi diri. Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam proses penyampaian materi pelajaran kepada siswa.

Materi kisah nabi, terutama kisah akhir hayat Nabi Muhammad SAW menjadi materi yang wajib diajarkan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN  1 Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.  Kompetensi yang diharapkan muncul setelah siswa belajar materi ini adalah mampu memahami dan menceritakan kisah akhir hayat Nabi Muhammad SAW secara benar dan lancar. Namun faktanya, banyak siswa yang belum memahami bahkan tidak mengingatnya.

Sebagian besar bahkan kesulitan untuk menceritakan berbagai kejadian yang terjadi sebelum Rasulullah wafat.  Penyebabnya adalah karena metode mengajar guru yang masih klasik, yaitu menggunakan metode ceramah dan tidak menggunakan alat peraga. Akibatnya siswa mengalami kejenuhan yang berdampak pada hasil evaluasi kognitif yang rendah.

Strategi guru untuk mengatasi permasalahan tersbut yaitu menggunakan metode gallery walkGallery walk berasal dari Bahasa Inggris, gallery artinya serambi, beranda atau mimbar, sedangkan walk adalah berjalan, jadi gallery walk adalah serambi berjalan. Strategi gallery walk merupakan kegiatan belajar berkelompok dengan mendiskusikan pelajaran, kemudian menempelkan hasil diskusi di tempat yang ditentukan. Setelah itu anggota kelompok lain berjalan untuk mendapat penjelasan dari masing-masing pos atau tempat hasil diskusi.

Strategi ini merupakan salah satu cara untuk menilai dan mengingat apa yang telah dipelajari siswa (Silbermean, 2013: 274).  Strategi ini juga termasuk dalam salah satu pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM), yang dapat digunakan oleh guru untuk mendorong keaktifan siswa secara individu maupun kelompok.

Strategi pembelajaran gallery walk merupakan strategi yang menuntut siswa membuat daftar baik berupa skema atau gambar sesuai hal yang telah didiskusikan. Hasilnya akan di pajang di dinding atau di depan kelas.  Kemudian masing-masing kelompok menunjuk wakil untuk mempresentasikan hasil diskusi yang dibuat pada kertas tertentu. Sedangkan kelompok lain mendengarkan sambil megoreksi secara bergantian ke kelompok lain. Para siswa berjalan mengelilingi karya kelompok yang digalerikan.

Nama lain gallery walk adalah kunjung kerja atau kunjung karya, dimana kegiatan ini mendorong siswa untuk mengetahui apa yang dikerjakan temannya.  Kegiatan dilanjutkan dengan saling melihat hasil karya orang lain untuk belajar bertanya, memberikan komentar dan saran secara produktif. Dalam kegiatan ini siswa bergerak mengamati hasil karya mereka.

Adapun langkah-langkah penerapan strategi gallery walk dimulai dengan pembagian kelompok. Masing-masing kelompok diberi kertas plano atau kertas yang lainnya oleh guru.  Guru menentukan materi yang akan dipelajari. Misalnya Peristiwa Akhir Hayat Nabi Muhammad yang meliputi Haji Wada’, Detik-Detik Rosul Wafat dan Dua Wasiat Nabi.  Selanjutnya hasil kerja kelompok di pajang di dinding.

Masing-masing kelompok berputar mengamati hasil kerja kelompok lain. Salah satu wakil kelompok menjelaskan apa yang ditanyakan oleh kelompok lain.  Setelah itu, guru bersama siswa melakukan koreksi bersama-sama. Pada akhir kegiatan, guru menyampikan klarifikasi dan penyimpulan. Sekiranya ada yang perlu diluruskan demi pemahaman siswa.

Dengan menggunakan startegi gallery walk, diharapkan kendala pembelajaran seperti sulit menyerap materi dapat diatasi secara maksimal.  Siswa juga terbiasa membangun budaya kerja sama memecahkan masalah dalam belajar. Siswa tidak bergantung pada guru, akan tetapi berpikir sendiri dan menemukan informasi dari berbagai sumber serta belajar dari teman atau siswa yang lain.  Dengan demikian, siswa dapat belajar lebih menyenangkan dan tujuan pembelajaran yang diharapkan bisa tercapai. (*)