JEPARA, Joglo Jateng – Enam orang petani terseret arus Kali Semelik Somosari Batealit, Jepara, Jawa Tengah. Satu di antaranya ditemukan meninggal dunia, Rabu (9/11) siang.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menjelaskan, kronologi bermula ketika rombongan petani tersebut hendak memanen hasil bumi.
Dikarenakan hujan, akhirnya mereka memutuskan menunggu reda dan akhirnya kembali di pukul 12.30 WIB.
“Kondisi sedang hujan, sehingga mereka menunggu hujan agak reda,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, (9/11).
Ketika hujan mulai reda, rombongan petani memutuskan pulang dengan rute melewati sungai. Sayangnya, ketika berada di tengah sungai, arus yang datang semakin deras.
Dari rombongan itu, lima orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu lainnya meninggal dunia.
“Tiba-tiba arus semakin deras dan menewaskan satu orang dari rombongan tersebut,” terangnya.
Adapun ke-enam orang itu, diketahui bernama Harni (50), Khomsatun (58), Yati (50), Paimah (46), Khoirotun (52), dan Suriah (81) yang merupakan korban meninggal.
Arwin menuturkan, korban ditemukan + 2 KM dari titik kejadian pada pukul 14.30 WIB. Kemudian dilarikan ke Puskesmas Mayong 1 untuk dilakukan visum.
Sebelumnya, ia menjelaskan, telah mengerahkan berbagai personil dalam upaya pencarian jejak korban.
“Kami telah mengerahkan dari berbagai elemen seperti Basarnas, BPBD, TNI, PMI, BAGANA, KRJ, TAGANA, Jepara Rescue, Desatana, Polsek Batealit dan Mayong, dan masih banyak lagi,” pungkasnya. (cr2/mg2)










