Wujudkan Ketahanan Pangan, melalui Urban Farming Sekolah

AKTIF: Guru dan siswa saat merawat tanaman kangkung di SMPN 39 Semarang, Kamis (1/12/22). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sedang menggalakkan program ketahanan pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan lahan kosong untuk urban farming di kantor pemerintahan dan sekolah. Kini, Balai Kota Semarang telah memiliki lahan yang digunakan untuk budidaya anggur. Ada pula taman buah dalam pot dan tanaman padi.

Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu mengungkapkan, program tersebut dilakukan untuk memanfaatkan lahan-lahan yang kosong. Yakni agar menjadi produktif.

“Sehingga diharapkan jika seperti itu kedaulatan pangan Kota Semarang bisa terjaga,” ungkapnya, baru baru ini.

Sementara itu, SMP Negeri 39 Semarang menjadi salah satu sekolah yang telah mencanangkan program urban farming. Progam tersebut muncul lantaran adanya lahan kosong di sekitar sekolah.

Penangung jawab progam sekaligus guru SMPN 39 Semarang, Muhammad Agus Khamid mengaku, progam urban farming di tempatnya mengajar, sudah dijalankan jauh sebelum adanya inisiatif dari pemkot. Pihaknya mencoba memanfaatkan lahan tersebut dengan membuat perkebunan hidroponik.

“Sebelum ada progam dari pemkot, kita sudah punya progam itu. Kita mulai pertengahan bulan September 2022,” ujarnya.

Ia menceritakan, awalnya, lahan kosong yang ada akan dibuat taman baca, namun dananya kurang. Pihak sekolah kemudian merundingkannya dengan orang tua murid, dan muncul ide untuk membuat perkebunan hidroponik dan tanaman sayuran pot.

Perkebunan hidroponik dijalankan dengan menggunakan perairan otomatis yang akan mengairi medianya setiap 30 menit sekali. Sementara ini, tanaman yang di tanam di sekolah tersebut ada kangkung saja.

“Perairannya kita menggunakan yang otomatis, jadi 30 menit sekali air akan naik ke paralon. Sehingga kita cuma memberi pupuk, memetik daun-daun yang kuning, dan mengisi air,” ujarnya.

SMPN 39 Semarang juga menanam bayam dan cabai dengan media pot. Selain itu, untuk protein hewani, ada budidaya lele, dan rencanaya akan ditambah ikan nila. Lalu membuat aquaponik yang ditanami pakcoy dan slada.

Agus menambahkan, pihaknya sangat mendukung adanya progam urban farming yang kini tengah digencarkan oleh pemkot untuk ketahanan pangan. Sebab menurutnya dengan cara seperti ini, ketahanan Semarang bisa tercukupi, sehingga tidak kekurangan pangan. Kedepannya, karena sekolah tempatnya mengajar juga mempunyai progam kewirausahaan, hasil sayur mayur ini akan dijual kepada wali siswa.

“Dari mulai yaitu bulan September, kita sudah pernah panen satu kali, tapi yang pertama untuk publikasi saja. Nah yang panen ke dua ini rencanaya akan kita masukan ke progam wirausaha,” tutupnya. (luk/mg4)