SEMARANG, Joglo Jateng – Efisiensi anggaran turut berdampak pada persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Tengah yang akan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang.
Anggaran yang semula membutuhkan lebih dari Rp1 miliar kini hanya tersedia sekitar Rp500 juta hingga Rp600 juta.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Harso Susilo mengatakan pemangkasan anggaran tersebut cukup signifikan dan telah berlangsung selama dua tahun terakhir.
Kondisi itu membuat sejumlah fasilitas bagi calon Paskibraka harus disesuaikan, termasuk tempat menginap selama masa pelatihan.
“Iya signifikan banget. Kebutuhan Paskibra di atas Rp1 miliar lebih, kami adanya Rp500 juta-Rp600 juta,” kata Harso saat diwawancarai, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, calon Paskibraka yang menjalani pelatihan selama sekitar dua pekan tidak lagi diinapkan di hotel seperti tahun-tahun sebelumnya.
Mereka akan menempati asrama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) di Srondol, Banyumanik. Harso mengatakan fasilitas hotel sebelumnya diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para calon Paskibraka.
Namun, keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah harus mencari alternatif yang lebih efisien.
“Pasukan ini kami inapkan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) di Srondol, Banyumanik,” ujarnya.
Meski terdapat efisiensi, Harso memastikan kebutuhan utama calon Paskibraka tetap dipenuhi, terutama logistik selama menjalani pelatihan hingga pelaksanaan upacara 17 Agustus 2026.
“Anggaran tersebut paling banyak tersedot ke makan minum, dan terutama kebutuhan seragam pasukan ini yang lebih mahal daripada baju jas,” ucapnya.










