SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang terus menggenjot urban farming menjadi kurikulum muatan lokal di pendidikan kesetaraan di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dan sekolah swasta. Hal tersebut setelah urban farming diresmikan oleh Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu sebagai muatan lokal di sekolah negeri pada akhir 2022 lalu.
Plt Kepala Disdik Kota Semarang Suwarto mengatakan, adanya urban farming menjadi mata pelajaran pada Kurikulum Merdeka ini bertujuan untuk membangkitkan bakat, minat, dan karakter siswa. Nantinya porsi dari pembelajaran urban farming ini sebanyak 20 persen untuk kearifan lokal.
“Makanya Bu Wali melakukan program itu karena memiliki beberapa tujuan, yakni membangkitkan karakter siswa. Yang kedua urban farming ini menjaga ketahanan pangan setidaknya secara sekop kecil dahulu. Yang ketiga diharapkan bisa menjadikan Semarang lebih hijau dan udara kualitasnya baik,” jelasnya usai memberikan sambutan pada Workshop Pengembangan Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Kesetaraan, Senin (16/1/23).
Lebih lanjut Suwarto mengaku, 100 peserta yang hadir dari seluruh PKBM di Kota Semarang ini akan diberikan materi tentang penerapan kurikulum. Baik oleh disdik, tutor, serta pengelola PKBM.
Sementara Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian Paud PNF Disdik Kota Semarang Rifki Nugroho mengatakan, workshop yang dilaksanakan di P4 UPGRIS ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai digitalisasi serta penerapan urban farming di kurikulum merdeka.
“Jadi nantinya output workshop ini satuan pendidikan dan gurunya paham apa itu KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan), paham IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka), serta memiliki akun belajar.id,” ungkapnya.
Rifki menambahkan, nantinya pembelajaran di PKBM menggunakan kurikulum merdeka dan harus bermuatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pencasila (P5) hingga aksi nyata. Sehingga tidak hanya materi, peserta didik juga bisa mempraktekkan pembelajaran secara langsung di lingkungannya.
“Wajib pakai Kurikulum Merdeka dan semua yang dilakukan harus berbasis P5. Jadi mereka tahu bagaimana berketuhanan, bagaimana berbudaya, bersosial, berinteraksi, berakhlak yang santun, dan sebagainya,” katanya.
Saat ini baru enam PKBM yang sudah melakukan kurikulum merdeka hingga aksi nyata. Rifki mengaku target selanjutnya tahun ini semua guru dan tutor harus mempunyai akun belajar.id. Sehingga kegiatan PMM dan aksi nyata bisa segera dilaksanakan. Pihaknya juga terus menggenjot peningkatan digitalisasi disemua pendidikan PKBM. (luk/gih)










