SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam menerapkan program urban farming, SD Pendrikan Kidul sedang merencanakan kegiatan menanam ini sembari menunggu dana BOS cair. Hal itu setelah program urban farming sudah disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang dan juga telah dihimbau oleh Pemkot Semarang beberapa hari yang lalu.
Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SD Pendrikan Kidul Kusriyanto mengukapkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi ke guru pendidik terkait konsep berkebun ini. Selanjutnya, dari guru beserta komite dan paguyuban sekolah akan memanfaatkan lahan kosong di sekolah sebagai sarana pembelajaran menanam untuk siswa.
“Sebenarnya di sekolah ini kan lahan untuk berkebun sendiri sangat kecil, apalagi siswanya juga banyak, maka dari itu kami juga akan memanfaatkan limbah sampah yang bisa didaur ulang menjadi pot tanaman dan akan digantung di tembok belakang sekolah,” ucapnya, Selasa (17/1/23).
Ia menambahkan, saat ini dari sekolah belum bisa merealisasikan langsung kegiatan ini dikarenakan menunggu dana BOS cair yang akan diperkirakan akan cair pada Maret dan April 2023 ini. Lalu, barulah nanti akan dikoordinasikan dari komite sekolah kepada orang tua murid yang akan dimulai dari kelas 1-4 dan kelas lainnya akan menyusul.
“Kita harapkan juga tiap kelas nantinya akan memiliki tanaman-tanaman seperti itu,” tambahnya.
Selain itu, sekolah juga memohon bantuan kepada dinas pertanian untuk masalah bibit yang akan ditanam di sekolah. Ada berbagai macam bibit yang nanti akan ditanam seperti terong, cabai, tomat dan masih banyak lagi.
Ia berharap, program ini dapat terlaksanakan dengan baik dan menjadi budaya anak-anak dalam menanam sayur-sayuran. Jika berhasil dari sekolah pun dengan senang hati membantu memasarkan dan mempromosikan hasil panen siswa ke lingkungan luar. (cr7/gih)










