Pelaksanaan Pembelajaran Sosial Emosional di Sekolah

Oleh: Puji Siwi Utami
Mahasiswa PPG Prajabatan Universitas Negeri Semarang

DEWASA ini, banyak sekali teori tentang belajar dan mengajar yang menjadi topik utama dalam pengembangan kompetensi guru. Banyak pula topik yang digunakan sebagai bahan untuk memperkaya ilmu pengetahuan kita sebagai seorang guru. Di antaranya tentang kemampuan memahami peserta didik. Yaitu tentang bagaimana profil peserta didik dari segi minat, bakat, perkembangan bahasa, perkembangan kognitif, dan lain sebagainya. Salah satu topik penting yang perlu dipelajari guru ialah tentang pembelajaran sosial emosional.

Pembelajaran sosial emosional ialah sebuah materi belajar yang digunakan untuk memahami bagaimana perkembangan emosi manusia. Sehingga kita sebagai guru akan mampu mengembangkan emosi apa saja yang ada dan dirasakan siswa. Khususnya di sekolah dasar, emosi yang harus dikuasai ialah mengetahui bagaimana siswa merasa jengkel, marah, ataupun senang.

Apabila seorang siswa tumbuh tanpa kemampuan untuk mengekspresikan diri, dia akan menjadi manusia yang bersikap dingin dan sulit mengekspresikan empatinya. Dengan belajar mengenai emosi yang dirasakan, siswa dilatih untuk mengendalikannya. Yakni agar tidak mengekspresikan emosi berlebihan seperti mengekspresikan rasa marah yang berapi-api.

Adapun langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk memulai pembelajaran sosial emosional ialah dengan mengajarkan bagaimana cara mengelola emosi. Contohnya melalui teknik bernafas dalam dan yoga yang mudah. Untuk mengembangkan aktivitas sosial, dapat dilakukan dengan kegiatan membaca cerita dan menyampaikan pendapat mereka tentang bacaan yang telah mereka baca melalui berbagai sudut pandang yang berbeda.

Selain membaca cerita, teknik lain untuk mengembangkan pembelajaran sosial ialah dengan melatih siswa bekerja sama dengan teman sekelasnya pada kegiatan proyek dan diskusi. Terakhir, siswa dilatih untuk mengembangkan kecerdasan diri untuk menyelesaikan masalah yang ada pada dirinya dan masalah antar manusia yang terjadi di kehidupannya.

Pembelajaran sosial emosional sangar bermanfaat untuk membentuk budaya sekolah yang positif. Apabila dilakukan dengan konsisten, pembelajaran sosial emosional akan memberikan dampak berupa meningkatnya kepercayaan diri siswa. Kemudian membangun rasa aman dan nyaman. Sehingga lingkungan menjadi kondusif dan menyenangkan. Pembelajaran sosial emosional dapat diterapkan dalam tiga lingkup. Yakni rutin, terintegrasi mata pelajaran, dan protokol.

Secara rutin artinya sekolah memiliki jadwal terstruktur untuk melaksanakan pembelajaran sosial emosional. Terintegrasi dengan mata pelajaran artinya di sela-sela kegiatan mengajar mengajar, guru menyelipkan kegiatan untuk melatih pengembangan sosial emosional siswa. Protokol artinya pembelajaran sosial emosional sudah menjadi budaya di sekolah sehingga harapannya siswa dapat berkembang dengan positif. (*)