Dinkes Pemalang: Konsumsi Garam Yodium Sangat penting Untuk Ibu Hamil

Kepala Dinkes Kabupaten Pemalang Yulies Nuraya. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang mendorong masyarakat untuk mengonsumsi garam beryodium, khususnya pada calon ibu dan ibu hamil. Hal tersebut karena zat yodium sangat berpengaruh pada tumbuh kembang kandungan.

Kepala Dinkes Pemalang Yulies Nuraya mengatakan, konsumsi garam beryodium menjadi salah satu langkah untuk mengurangi angka stunting di masyarakat. Karena jika seseorang terutama ibu hamil kekurangan zat yodium, maka dapat menyebabkan tubuh mengalami kelebihan zat teroid atau hiperteroid, yang berpengaruh pada tumbuh kembang tubuh bayi pada kandungan.

“Hiperteroid pada ibu hamil bisa menjadikan terlambatnya tumbuh kembang bayi pada kandungan, sehingga lahir prematur. Jadi konsumsi garam beryodium ini sangat diperlukan untuk mengurangi risiko tumbuh kembang anak yang tidak cepat, rambut merah, dan sering diare. Nah itu semua salah satu gejala menuju stunting pada anak,” ujarnya.

Dalam penanganan stunting, pihaknya telah banyak melakukan penyuluhan, sosialisasi, dan pemberian makanan tambahan untuk ibu dan balita. Langkah ini terbukti berhasil. Terbutki berdasarkan data Dinkes Pemalang, tercatat dengan pemberian makanan tambahan serta obat-obatan sebanyak 70 persen ibu mengalami kenaikan berat badan yang baik serta 40 persen balita.

“Alhamdulillah penanganan kita yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat bisa membantu para ibu dan balita, terutama mereka yang terindikasi mengalami stunting. Langkah kesadaran masyarakat akan bahaya stunting harus terus dibangun sehingga target zero stunting di Kabupaten Pemalang dapat dicapai,” tuturnya. (fan/abd)