BANYUMAS, Joglo Jateng – Dalam rangka memperkukuh dan mempererat toleransi umat beragama diwilayah Banyumas, Korem 071/Wijayakusuma melaksanakan Paskah Sinergitas TNI, Polri, dan Pendeta/Hamba Tuhan beserta masyarakat Kristiani se-Kabupaten Banyumas. Acara tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan A. Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas, Sabtu (20/5).
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Yudha Airlangga, melalui Kasipersrem 071/Wijayakusuma Mayor Inf Dyan Niti Sukma menyebutkan, Paskah merupakan puncak perayaan untuk mengenang kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Dalam artian, bangkitnya Tuhan Yesus dari kematian dan wafat di kayu salib sebagai tanda kemenangan demi menebus dosa umatnya.
Perayaan Paskah ini bertujuan untuk memelihara pemahaman terhadap kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Selain itu, dapat dijadikan wahana untuk memantapkan keimanan dan ketakwaan serta motivasi juang para jemaat beserta keluarganya yang ada diwilayah Banyumas.
“Momentum ini, kita dapat menggunakan sebagai upaya membangun kebersamaan dan soliditas antar umat beragama. Sebagai perwujudan dari toleransi umat beragama di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Banyumas khususnya. Karena semakin tinggi rasa toleransi umat beragama, secara otomatis akan menjadi pendorong bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan yang kokoh dan kuat untuk menopang kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
Kegiatan yang dilaksanakan anggota TNI dari wilayah Korem 071/Wijayakusuma dan anggota Polri dari wilayah Polresta Banyumas, Pendeta Hamba Tuhan beserta masyarakat, bukan hanya untuk memperkukuh dan mempererat toleransi kerukunan beragama saja. Namun juga diisi materi workshop sebagai wahana penanaman nilai-nilai wawasan kebangsaan, bela negara dan bahaya narkoba, khususnya kepada para generasi muda.
“Terselenggaranya kegiatan ini, agar generasi muda penerus bangsa ini dapat melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa dan dapat berperan serta dalam merawat NKRI, karena generasi muda adalah calon pemimpin, oleh karena itu mereka jangan sampai rusak oleh pemahaman yang salah dan bahaya Narkoba,” tambahnya. (cr9/abd)










