DESA Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, mengalami lonjakan wisatawan yang sangat signifikan selama satu tahun belakangan ini. Dalam sebulan, tercatat wisatawan yang berkunjung mampu mencapai 20-25 ribu.
Hal ini disebabkan, indahnya kawasan Desa Rahtawu yang menawarkan wisata alam dan berbagai macam kuliner di dalamnya. Masyarakat setempat yang memiliki usaha baik kecil maupun besar juga merasakan dampak tersebut.
Kepala Desa Rahtatwu, H.R. Didik Aryadi menyampaikan, wisatawan yang berkunjung tidak hanya masyarakat lokal Kudus saja. Akan tetapi, didominasi oleh warga Eks Karesidenan Pati, bahkan Demak dan Semarang.
“Bahkan dari Solo juga ada yang berkunjung ke sini, untuk melihat wisata budaya yang ada di sini. Hal ini dikarenakan desa kami tengah viral dan banyak orang ingin tahu dari segi religius, wisata alam dan lainnya yang ditawarkan ke wisatawan,” ucapnya.
Menurutnya, wisata alam yang ada di desa ini sangat cocok dijadikan tempat refreshing bagi masyarakat. Lantaran, memiliki karakteristik dan letak yang berada di dataran tinggi.
“Ada juga wisatawan yang penasaran tentang peradaban dari zaman prasejarah. Ada juga wisata Petilasan di Kampung Adat Semliro Rahtawu, yang telah diresmikan Pak Bupati tahun lalu,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu wisata Lenk Dopang yang berada di Desa Rahtawu juga merasakan dampak lonjakan pengunjung. Dirasakan pengunjung membludak dibanding tahun sebelumnya.
“Setelah Lebaran lalu, pengunjung membludak. Peningkatan terasa hampir mencapai 50 persen,” ujar Owner Lenk Dopang, Agung Priyanto.
Di tempat wisata miliknya tersebut, menyuguhkan wisata alam dan makanan khas Desa Rahtawu. “Sehingga, ketika pengunjung ke sini bisa menikmati alam sembari menyantap makanan khas,” pungkasnya. (sam/gih)










