Disnakertrans Bantul Bangun Akses Jalan Rusak dengan Cor Blok

program Padat Karya di Dusun Koripan 1 Dlingo
PROSES: Perbaikan akses jalan rusak dengan cor blok dalam program Padat Karya di Dusun Koripan 1 Dlingo, beberapa waktu lalu. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul telah memulai pengerjaan program Padat Karya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) secara serentak di 117 titik. Tepatnya sejak Jumat (2/6) lalu. Salah satunya di Dusun Koripan 1 Dlingo yang melaksanakan perbaikan akses jalan rusak dengan cor blok.

Kepala Disnakertrans Istirul mengungkapkan rasa syukurnya, karena Padat Karya BKK kali ini telah dimulai. Ia berharap, program tersebut dapat memberikan manfaat yang besar dalam pembangunan bagi masyarakat di Bantul.

“Kami harapakan nantinya pengerjaan selama 20 hari ini bisa clear semua sesuai dengan target yang telah kita tentukan saat sosialisasi,” ungkap Tirul saat ditemui di dusun Koripan 1 Dlinggo, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, kepala tukang dalam proyek ini, Gatot Sunarto menambahkan, pengerjaan cor blok dibagi menjadi dua titik. Yakni dengan titik pertama sepanjang 134 m dan titik kedua sepanjang 83 m.

Ia menuturkan, nantinya jalan yang dibangun akan memiliki lebar 2,8 m dan ketebalan 10 cm. Sebanyak 54 pekerja yang berasal dari warga sekitar dilibatkan dalam proyek ini.

“Untuk spesifikasi pembuatannya akan dilakukan metode satu, dua, tiga. Yaitu satu ember semen, dicampur dua ember pasir, dan tiga ember coral,” paparnya.

Untuk jumlah material yang tersedia, kata Gatot, ada 950 sak semen, coral 88 kubik, dan 60 kubik pasir. Jumlah tersebut telah sesuai dengan apa yang telah diperhitungkan oleh tim dari Disnakertrans.

“Jumlah tersebut telah di hitung oleh Disnakertras dalam pembangunan jalan corblok ini. Meski begitu, jika ada kekerungan, masyarakat siap melakukan melakukan swadaya dalam penambahan material,” tambahnya.

Ia menambahakan, pembangunan jalan dengan cor blok itu akan difokuskan pada titik pertama terlebih dahulu. Setelah selesai maka akan dilanjutkan ke titik kedua.

Targetnya, dalam rentang waktu 2 sampai 24 Juni 2023, proyek Padat Karya itu bisa diselesaikan. Gatot yakin, target ini bisa tercapai. (cr4/mg4)