Perbaiki Saluran Drainase lewat Program Padat Karya

membangun drainase program Padat Karya Disnakertrans Bantul
GOTONG ROYONG: Masyarakat Kentolan Kidul, Guwosari, Pajangan, Bantul saat bersama-sama membangun drainase program Padat Karya Disnakertrans Bantul, Senin (12/6/23). (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul tengah melaksanakan program Padat Karya Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Salah satu tujuannya adalah untuk melakukan penataan infrastruktur drainase.

Perbaikan saluran drainase dilakukan di Dusun Kentolan Kidul, Guwosari, Pajangan, Bantul. Dukuh Kentolan Kidul, Faturohman menjelaskan, drainase tersebut memiliki lebar 30 cm, tinggi 45 cm, panjang 116 m, ketebalan dinding 15 cm, serta tutup 50 cm.

“Dengan adanya program Padat Karya ini, masyarakat banyak terbantu. Karena dulunya jika terjadi hujan yang deras, banyak genangan yang membuat jalan licin,” ujar Faturohman, Senin (12/6/23).

Dana sebesar Rp 200 juta untuk menyelesaikan perbaikan berasal dari pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Saat ini, pengerjaan drainase di wilayah tersebut sudah mencapai 75 persen.

Faturohman optimis, sebelum target penyelesaian pada 24 Juni mendatang, pengerjaan sudah selesai. Hal ini tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat Dusun Kentolan Kidul yang antusias ikut membantu menyukseskan pembangunan tersebut, baik dengan tenaga maupun konsumsi.

“Di sini kami ada 52 pekerja untuk melakukan pembangunan drainase. Kita memberdayakan dari masyarakat sekitar supaya bisa memberikan penghasilan dan pekerjaan. Dan untuk hari Minggunya, masyarakat kita ajak untuk melakukan kerja bakti,” tuturnya.

Ia berharap, dengan adanya Padat Karya ini, Kentolan Kidul bisa terbebas dari banjir di kemudian hari. Selain itu, pihaknya juga berharap agar tahun depan program ini bisa terus berjalan. Hal itu dikarenakan Padat Karya dinilai sangat membantu masyarakat, baik dari segi perbaikan infrastruktur maupun penyerapan tenaga kerja. (cr4/mg4)