BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul, melaksanakan sosialisasi pelaksanaan program padat karya. Hal itu dilakukan, agar masyarakat sasaran mengerti berbagai hal yang perlu diketahui soal pengerjaan infrastruktur tersebut, termasuk soal anggaran proyek yang digunakan
Kepala Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti, S.IP, MPA mengatakan, setelah sosialisasi selesai, tahapan selanjutnya yaitu pelaksanaan pekerjaan. Proses tersebut harus dilaksanakan dengan menaati aturan yang telah di tetapkan disnakertrans. Lalu setelah pengerjaan selesai, akan dilakukan penyerahan tanggung jawab perawatan infrastruktur kepada pemerintah desa.
“Misalnya, harus dikerjakan selama 20 hari dan tidak diborongkan. Setelah itu, apabila pembangunan telah selesai, akan dilangsungkan serah terima kepada kalurahan. Sehingga, nanti mereka akan bertanggung jawab mengenai perawatannya,” paparnya, belum lama ini.
Sementara itu, Sub Koordinator Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Bantul Sakirah, SH, M.Ec.Dev. menambahkan, ada enam lokasi yang menjadi sasaran padat karya. Di antaranya Dusun Kadirejo, Desa Palbapang, Kecamatan Bantul; Dusun Jayan, Desa Canden, Kecamatan Jetis; dan Dusun Greges, Desa Donotirto, Kecamatan Kretek.
Kemudian Dusun Mulekan II, Desa Tirtosari, Kecamatan Kretek; Dusun Kergan, Desa Tirtomulyo, Kecamatan Kretek. Selanjutnya Dusun Jambewangi, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo.
“Adapun anggaran yang digunakan untuk Dusun Kadirejo, Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, sebesar Rp 200 juta yang diperkerjakan sebanyak 56 orang. Sedangkan, lima lokasi lainnya Rp 100 juta hanya memperkerjakan 26 orang,” terangnya. (cr13/sam/mg4)










