Pengerjaan Padat Karya Capai 35 Persen

PENGERJAAN: Warga Padukuhan Jambewangi, Kalurahan Temuwuh, Kapanewon Dlingo, sedang bersemangat gotong royong melakukan pengecoran jalan padat karya, Senin (9/10/23). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Pembangunan jalan program padat karya sudah berlangsung sejak 2-21 Oktober mendatang. Salah satunya di Padukuhan Jambewangi, Kalurahan Temuwuh, Kapanewon Dlingo. Dengan antusias masyarakat yang tinggi, per Minggu (8/10) pengerjaan sudah hampir selesai.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul Istirul Widiastuti, S.IP, MPA melalui Sub Koordinator Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Bantul Sukirah, SH, M.Ec.Dev. menyampaikan, proses pengerjaan padat karya sudah mencapai sekitar 35 persen per hari keenam (8/9) lalu.

“Warga sangat antusias, bahkan selain 26 tenaga kerja yang terdaftar, masyarakat sekitar ikut gotong royong membantu pengerjaan padat karya. Seperti menyediakan konsumsi dan peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut,” ucapnya.

Baca juga:  Perpanjangan Masa Jabatan Lurah, Bupati Bantul Minta Fokus Pada Tiga Permasalahan Pokok

Salah satu yang dicontohkan pihaknya, seperti di Padukuhan Jambewangi. Lantaran persediaan kayu melimpah, warga sekitar lokasi menyediakannya untuk begesteng. “Kemudian, kalau target telah terpenuhi, mereka akan melakukan pengembangan kegiatan dengan menggunakan dana swadaya dari masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua kelompok proyek padat karya di Padukuhan Jambewangi, Kalurahan Temuwuh, Kapanewon Dlingo, Timbul menyebutkan, warga sangat antusias dalam melakukan pekerjaan tersebut. Bahkan tidak hanya yang terdaftar, masyarakat lainnya juga ikut membantu.

“Semua warga sangat senang dengan adanya proyek semacam ini, sehingga mereka juga ikut membantu. Dengan begitu pengerjaannya bisa lebih cepat terselesaikan,” tuturnya.

Baca juga:  Manfaatkan Danais untuk Rehabilitasi Mangrove dan Wisata

Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya hanya cor dua sisi yang masing-masing memiliki lebar 50 centimeter. “Namun jalan itu sudah rusak karena termakan usia. Sedangkan, sepanjang pandemi Covid-19 tidak ada pembangunan,” pungkasnya.(cr13/sam)