BANTUL, Joglo Jogja – Kemarau panjang membuat beberapa lokasi di Kabupaten Bantul mengalami kekeringan. Seperti di Kapanewon Imogiri, Piyungan, Dlingo dan Pajangan, yang berdampak pada kesulitan air.
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul sekaligus Sekretaris DPD Partai Gerindra DIY Nur Subiyantoro menyebutkan, permasalahan tersebut memerlukan suplai air secara terus menerus. Namun, hal itu hanya solusi instan semata dan dibutuhkan alternatif lain yang lebih efektif.
“Memang, suplai air ini hanya solusi instan. Harus ada alternatif solusi lainnya yang benar-benar menyelesaikan persoalan dalam mengatasi kekeringan skala panjang ini,” terangnya.
Pihaknya melanjutkan, bantuan air bersih kepada masyarakat perlu digalakkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Baik dikonsumsi atau digunakan kebutuhan lainnya yang dirasa perlu.
“Saat ini masih banyak lokasi yang membutuhkan. Serta, kebutuhan air bukan hanya untuk minum saja, tapi juga digunakan lainnya. Seperti UMKM yang merupakan sumber perekonomian masyarakat. Sehingga keperluan rumah tangga lainnya tidak terhambat,” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya telah mengajukan dana dari APBN untuk pembuatan sumur, sebagai solusi jangka panjang. Dengan harapan dapat mengatasi kesulitan air pada saat musim kemarau.
“Kami sudah menentukan lima titik yang akan jadi sasaran pembuatan sumur dalam atau sumur bor. Harapannya, bisa terpenuhi tahun ini atau paling lambat tahun depan,” pungkasnya.(cr13/sam)